Laporkan Masalah

Antara Menerima dan Menolak: Nasib Gen Z Sebagai Generasi Sandwich

Kamiliya Khalda Putri Irhandy, Dr. Suzie Handajani, M.A.

2025 | Skripsi | ANTROPOLOGI BUDAYA

Penelitian ini membahas mengenai fenomena generasi sandwich yang belakangan ini banyak diperbincangkan di media sosial. Kaum Gen Z banyak mengekspresikan kelelahan, kekhawatiran, dan kekecewaan atas posisi mereka sebagai generasi sandwich yang harus menanggung kebutuhan dua generasi yang berbeda sekaligus. Penelitian ini bertujuan untuk mencaritahu bagaimana mereka menjalani dan memaknai peran tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam yang dilakukan pada bulan November hingga Desember 2024 di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterlibatan nilai-nilai budaya, terutama ajaran berbakti kepada orang tua dan kuatnya nilai kekeluargaan dalam fenomena ini. Faktor ini membuat mereka tetap menjalankan tanggung jawab tersebut meski diiringi oleh perasaan sedih hingga merasa kesenjangan sosial di lingkungan sekitarnya. Dari pengalaman itu, mereka membangun bentuk agensi jangka pendek melalui tindakan sehari-hari serta agensi jangka panjang melalui upaya perencanaan masa depan yang lebih baik. Generasi sandwich di penelitian ini umumnya banyak keterbatasan. Walaupun dalam situasi tertekan, mereka memiliki agensi agar merasa berdaya. 

This research examines the phenomenon of the sandwich generation, which has recently attracted a lot of attention on social media. Many Gen Z express feelings of exhaustion, anxiety, and frustration regarding their position as part of this generation, as they are required to simultaneously support two different generations. The research aims to explore how they experience, negotiate, and construct meaning around this role in their everyday lives. Using in-depth interviews conducted between November and December 2024 in Jakarta, findings reveal the strong influence of cultural values, particularly filial piety and a deeply rooted sense of familial obligation in shaping this phenomenon. These cultural expectations force individuals to continue fulfilling their responsibilities despite experiencing emotional emotional distress and perceiving social inequality in their surroundings. From these experiences, participants demonstrate both short-term forms of agency through daily coping practice and long-term forms of agency through efforts to plan for a more stable future. Most participants in this study come from lower-middle-class backgrounds and face various structural limitations; however, despite these constraints, they continue to exercise agency as a means of maintaining a sense of control and empowerment over their lives. 

Kata Kunci : generasi sandwich, budaya berbakti, agensi, Gen Z/ sandwich generation, filial culture, agency, Gen Z

  1. S1-2025-473894-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473894-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473894-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473894-title.pdf