Laporkan Masalah

Manajemen Event Festival Budaya (Studi Deskriptif Kualitatif Perencanaan Tema Festival Ngayogjazz 2023)

Ghina Aqilaningtyas, Dr. Wisnu Martha Adiputra, S.I.P, M.Si.

2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses perencanaan dan komunikasi tema Festival Ngayogjazz 2023 yang mengusung tema “Handarbeni Hangejazzi.” Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan utama penelitian adalah Board of Communication dan Tim Komunikasi Ngayogjazz 2023. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perumusan tema berangkat dari konteks sosial Desa Gancahan, lokasi penyelenggaraan festival. Nilai gotong royong dan praktik pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah menjadi inspirasi utama lahirnya tema. Tema “Handarbeni Hangejazzi” diposisikan sebagai identitas kolektif festival yang menegaskan rasa kepemilikan bersama antara panitia, musisi, dan masyarakat. Proses komunikasi tema dilakukan secara organik, partisipatif, dan konsisten, terutama melalui media sosial dan publikasi visual. Tim Komunikasi menjaga agar tema hadir sebagai benang merah dalam setiap materi promosi. Namun, penelitian menemukan keterbatasan pada aspek evaluasi, karena panitia belum memiliki indikator formal untuk menilai efektivitas komunikasi tema dan hanya mengandalkan respons informal dari audiens. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa tema berfungsi ganda: sebagai elemen manajemen event yang mengarahkan jalannya festival dan sebagai praktik komunikasi budaya yang merefleksikan nilai kebersamaan komunitas. Temuan ini menegaskan kekhasan Ngayogjazz sebagai festival berbasis komunitas, sekaligus menunjukkan pentingnya penguatan evaluasi komunikasi untuk keberlanjutan festival. 

This study examines the planning and communication of the theme of the 2023 Ngayogjazz Festival, which carried the theme “Handarbeni Hangejazzi.” A descriptive qualitative method was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The main informants were the Board of Communication and the Communication Team of Ngayogjazz 2023.

The findings show that the theme was rooted in the local context of Gancahan Village, where the festival took place. The village’s tradition of mutual cooperation and its community-based waste management program served as the main inspiration. The theme “Handarbeni Hangejazzi” was positioned as the collective identity of the festival, emphasizing shared ownership between organizers, musicians, and the community.

The communication of the theme was carried out organically, participatively, and consistently, mainly through social media and visual publications. The Communication Team ensured that the theme appeared as a common thread in all promotional content. However, the study found a limitation in the absence of formal evaluation indicators, with effectiveness measured only informally through audience responses on social media and at the venue. 

Overall, the study concludes that the theme served a dual function: as an event management element guiding the festival’s organization and as a cultural communication practice reflecting values of collectivity and community involvement. These findings highlight the uniqueness of Ngayogjazz as a community-based festival while underlining the importance of strengthening evaluation mechanisms for sustainability.

Kata Kunci : Ngayogjazz, manajemen event, strategi komunikasi, festival budaya, komunitas

  1. S1-2025-424648-abstract.pdf  
  2. S1-2025-424648-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-424648-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-424648-title.pdf