Penerjemahan metafora dalam karya sastra memberikan tantangan tersendiri karena tidak hanya berhubungan dengan alih bahasa, tetapi juga alih budaya dan makna yang penuh akan eskpresi figuratif. Metafora sendiri memegang peran penting dalam membangun imajinasi, estetika, serta kedalaman makna, yang seringkali sulit untuk diterjemahkan secara sepadan karena perbedaan sistem bahasa dan latar budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis modulasi pada metafora yang digunakan dalam novel anak berbahasa Inggris dan terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia, beserta implikasinya terhadap kesepadanan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan metafora yang diterjemahkan menggunakan modulasi dalam novel bahasa Inggris berjudul The Golden Road karya L.M. Montgomery beserta terjemahannya ke dalam Bahasa Indonesia yaitu Hari-Hari Bahagia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori klasifikasi metafora oleh Parera, teori modulasi dari Vinay dan Darbelnet, dan juga teori kesepadanan dari Nida dan Taber. Hasil penelitian menunjukkan semua jenis metafora ditemukan dalam novel ini dan diterjemahkan menggunakan modulasi jenis explicative modulation, abstract for concrete, change of symbols, negation of the opposite, active to passive, dan one part for another. Penerapan modulasi tersebut berimplikasi secara signifikan terhadap kesepadanan dinamis. Sebagian metafora berhasil dipertahankan dengan padanan yang lebih alami dan komunikatif, sedangkan sebagian lain mengalami pergeseran menjadi ungkapan langsung demi menjaga keterbacaan pembaca teks sasaran. Dengan demikian, penggunaan modulasi tidak hanya berfungsi sebagai metode linguistik semata, tetapi juga sebagai penghubung antar budaya yang memastikan pesan dan emosi dari teks sumber dapat dipahami dengan baik oleh pembaca bahasa sasaran.
The translation of metaphors in literary works presents its own challenges, as it involves not only linguistic transfer but also cultural adaptation and the conveyance of figurative expressions. Metaphors play a crucial role in shaping imagination, aesthetics, and depth of meaning which are often difficult to render equivalently due to differences in language systems and cultural backgrounds between the source and target languages. This study aims to identify and analyze the modulation applied to metaphors in an English children’s novel and its Indonesian translation, as well as its implications for equivalence. The data consist of metaphorical expressions translated using modulation found in the English novel The Golden Road by L.M. Montgomery and its Indonesian version Hari-Hari Bahagia. The research uses a descriptive-qualitative method. The data were analyzed using Parera’s classification of metaphors, Vinay and Darbelnet’s theory of modulation, and Nida and Taber’s theory of equivalence. The findings reveal that all types of metaphors appear in the novel and are translated using various types of modulation, including explicative modulation, abstract for concrete, change of symbols, negation of the opposite, active to passive, and one part for another. The application of these modulations significantly affects dynamic equivalence. Some metaphors were successfully maintained with more natural and communicative equivalents, while others shifted into more literal expressions to ensure readability for target readers. Thus, modulation serves not only as a linguistic method but also as a cultural bridge that ensures the message and emotions of the source text can be effectively conveyed to the target audience.
Kata Kunci : penerjemahan, metafora, modulasi, kesepadanan, novel The Golden Road