Evaluasi medan untuk lokasi bandar udara di kab. Kulon progo bagian pesisir antara s. Serang - S. Bogowonto Daerah Istimewa Yogyakarta
Anis Nurmilati, Prof. Dr. Suratman, M.Sc.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.
2009 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenentuan lokasi untuk bandar udara diperlukan evaluasi medan. Dalam evaluasi medan dilakukan analisis dan klasifikasi medan, untuk mengetahui medan yang sesuai dan tidak sesuai untuk bandar udara. Penelitian ini mengambil lokasi di bagian pesisir antara Sungai Serang Sungai Bogowonto, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi dan mengklasifikasi satuan-satuan medan sebagai informasi karakteristik wilayah, (2) mengevaluasi medan untuk penentuan lokasi bandar udara di bagian pesisir Kabupaten Kulon Progo berdasarkan satuan medan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif dilakukan pada peta yang dihasilkan dari interpretasi foto udara, sedangkan analisa kuantitatif dilakukan pada perhitungan sampel tanah di laboratorium, pengharkatan, dan pembobotan karakteristik medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) satuan medan untuk bandar udara disusun dari hasil tumpang susun peta bentuklahan, peta kemiringan lereng, dan peta tanah. Kemiringan lereng di daerah penelitian hanya terdapat satu kelas, yaitu 0-2%, sehingga hanya dilakukan tumpang susun antara peta bentuklahan dan peta tanah. Dari tumpang susun tersebut dihasilkan 11 satuan medan: (2) Kesesuaian medan untuk bandar udara di daerah penelitian terdiri dari lima kelas, yaitu: Ss (sangat sesuai) dengan luas 30,47 Ha, S (sesuai) dengan luas 180.72 Ha. As (agak sesuai) dengan luas 274,99 Ha. Ts (tidak sesuai) dengan luas 84.94 ??. dan Sts (sangat tidak sesuai) dengan luas 152.38 Ha. Prioritas lahan dibagi dalam dua kelas, prioritas I untuk daerah yang dapat dikembangkan untuk bandar udara, seluas 252.67 Ha, dan prioritas II untuk lahan yang dapat dikembangkan dengan memperhatikan faktor pembatas, seluas 269,31 Ha.
A research entitled "Terrain Analysis of Airport Area at Coast Land of Serang Bogowonto River Area, Kulon Progo Regency. Yogyakarta Special Region" was done to evaluate and determine the terrain suitability for airport area. The aims of this research were (1) to identity and classify terrain units as zone characteristic information, (2) to evaluate terrain location of airport area using Geographic Information System (GIS). The used methods of the research were qualitative and quantitative. Qualitative method was used to map resulting from aerial photograph interpretation. Quantitative method was used to laboratory analysis of soil sample, classified, and weighted terrain characteristics. The result showed that (1) site components was arranged base on overlay of landform map, slope map, and soil map. (2) terrain suitability of airport area consisted of five classes, it were 30.47 hectare was very suitable (Ss). 180.72 hectare was suitable (S). 274.99 hectare was marginally suitable (As), 84.94 hectare was currently not suitable (Ts) and 152.38 hectare was permanent not suitable (Sts). The land priority was divided into two classes. Priority I was 252.67 hectare, it would be able develop for airport area and priority II was 269.31 hectare, it would be developed with limiting factor.
Kata Kunci : karakteristik medan, kesesuaian medan,terrain characteristics, terrain suitability