Laporkan Masalah

Kajian kemampuan jerap tanah dan kandungan Merkuri (Hg) akibat pertambangan emas di kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta

Azizah Dwi Gandini, Drs. Jamulya, M.S.

2007 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

keeumatan Kokap merupakan salah satu dari daerah Penambangan Etnas Tanpa Izin (PETI) yang menggunakan tanah sebagai media pemhuangan limbah yang berupa merkuri. Tujuan penelitian ini adalah, mengetahui persebaran kandungan merkuri: 2. Mengetahui kemampuan jerap tanah dan hubungannya dengan kandungan merkuri (Hg) dalam tanah.. Tanah sebagai media pembuangan limbah memiliki kemampuan jerap lanah yang berbeda-beda sesuai dengan bahan organik, tekstur tanah dan kandungan lempung serta didukung oleh Kaposilas Tukar Ration (KTK). Sampel tanah diambil 5 titik sesuai dengan kondisi pembuangan limbah dan waktu penambangan (purposive sampling). Pengambilan tanah dilakukan di tanah permukaan dengan 5 analisis yaitu lahan organik. tekstur tanah. kandungan lempung, Kapasitas Tukar Ration (sifat fisilc dan kimia tanah) serta analisis merkuri menggunakan AAS. Pengolahan data menggunakan teknik pengharkatan 3 variabel dalam penemuan tingkat kemampuan jerap tanah yaitu bahan organik. tekstur. dan kadar lempung yang kemudian dikorelasikan dengan kandungan merkuri. Hasil yang diperoleh adaIah adanya hubungan yang selaras antara tingkat kemampuan serap yang rendah dengan tidak terdeteksinya meikuri pada 4 lokasi tetapi 1 lokasi memiliki kandungan merkuri (Hg) 214, 15 ppm pada kemampuan jerap tanah yang rendah. Ini terjadi karena bentuk pemhuangim limbah seperti kolam sehingga merkuri yang ada merupakan merkuri dalam tailing. Kandungan merkuri yang terjerap dalam tanah terjadi karena berbagai fakior yang saling berkaitan: sifatfisik dan kimia tanah, karakter merkuri (mobile), dan kondisi lingkungan (vegetasi,bentuk pembuangan limbah. dan kemiringan lereng).

Subdistrict Kokap is one of the Area Gold Exploration Without Permission is using soil as media disposal. The aims of this study are:l. to know distribution of mercury's concentration in the soil; 2. to know the level capability of soil adsorption and it’s correlation with mercury’s concentration. Mercury as the result of tailing disposal from gold exploration activity can contaminate the soil. Soil as media tailing disposal has a different soil adsorption capability according to organic material, texture, and day’s value and supported by Cation Exchange Capacity (CEC) In this research, 5 sampling points were taken with purposive sampling technique, based on shape of the tailing disposal and time activity period of gold exploration. The soil were taken from 5 sample points at Village District Sangon 2 and Gunungkukusan The data collected were organic material, texture, day’s contain, CEC ( physical and chemical soil’s properties) and mercury’s contain. The data was processed using degreed technique with 3 variable (organic material, texture and clay’s value) and then correlated by mercury's concentration The results of this study is any equivalent correlation between low level of soil adsorption with not detected of mercury’s concentration in 4 points , but differenl with another point; the mercury’s value was 214,15 ppm contrast with it’s low adsorption capability concentration. It caused by the pool shape of tailing disposal that makes mercury enter and being immobile there. It’s mean that the mercury was in tailing not in the soil. Mercury’s concentration in soil adsorption depends on 3 factors : physical and chemical soil’s properties, mercury’s character and environment’s condition (vegetation, shape of the tailing disposal, and slope)

Kata Kunci : Kemampuan jerap Tanah,Pertambangan emas,Kokap,Kulonprogo,DIY

  1. S1-2007-171581-Azizah_Dwi_Gandini-abstract.pdf  
  2. S1-2007-171581-Azizah_Dwi_Gandini-bibiliography.pdf  
  3. S1-2007-171581-Azizah_Dwi_Gandini-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2007-171581-Azizah_Dwi_Gandini-title.pdf