Analisis Strategi Diversifikasi PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Dalam Bisnis Dredging
Aditya Yudanto, Ely Susanto, S.IP., M.B.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Keputusan
PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAg) untuk memasuki bisnis dredging merupakan bagian dari strategi
diversifikasi perusahaan dalam rangka mengurangi ketergantungan pada bisnis
utama transportasi batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
kelayakan dan strategi diversifikasi PT BAg pada sektor dredging dengan menggunakan tiga kerangka utama: industry
attractiveness test, cost of entry test, dan better-off test.
Metodologi penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data
melalui wawancara mendalam, analisis dokumen internal perusahaan, serta data
sekunder dari laporan tahunan dan publikasi terkait.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa industri dredging
di Indonesia, khususnya dalam mendukung operasional PLTU PLN Group, memiliki
prospek yang menjanjikan dengan kebutuhan pengerukan berulang. Namun, biaya
masuk relatif tinggi dan keterbatasan kapabilitas internal membuat strategi
konsorsium dengan mitra berpengalaman menjadi pilihan awal yang rasional. Pada
saat yang sama, pengembangan internal bertahap diperlukan untuk memperkuat
kompetensi teknis, SDM, dan kepemilikan aset kapal keruk. Uji better-off
menegaskan adanya sinergi strategis dengan bisnis transportasi batubara,
terutama melalui pemanfaatan jaringan pelanggan PLN Group dan efisiensi dalam
rantai nilai. Diversifikasi ke bisnis dredging
diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi pendapatan, tetapi juga
memperkuat daya saing dan keberlanjutan PT BAg dalam jangka panjang.
The
decision of PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (PT BAg) to enter the dredging
business reflects the company’s diversification strategy to reduce its
dependence on coal transportation as the core business. This study aims to
analyze the feasibility and strategy of PT BAg’s diversification into dredging
using three main frameworks: the industry attractiveness test, the cost of
entry test, and the better-off test. The research adopts a descriptive
qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, analysis
of internal company documents, and secondary sources such as annual reports and
relevant publications.
Findings
reveal that the dredging industry in Indonesia, particularly in supporting PLN
Group’s power plants, offers promising prospects due to recurring maintenance
needs. Nevertheless, high entry costs and limited internal capabilities make
consortium strategies with experienced partners the most rational entry mode.
At the same time, gradual internal development is required to strengthen
technical competence, human resources, and ownership of dredging assets. The
better-off test confirms strategic synergies with coal transportation,
particularly through PLN Group’s captive market and operational efficiency
across the value chain. Diversification into dredging is expected not only to
increase revenue contribution but also to enhance PT BAg’s competitiveness and
long-term sustainability.
Kata Kunci : Diversifikasi, Dredging, Porter’s Five Forces, Cost of Entry Test, Better-Off Test