Laporkan Masalah

Tingkat perkembangan kegiatan perdagangan di kawasan-kawasan perdagangan kec. Gamping dan keamatan Godean kabupaten Sleman

Ani Setyowati, Drs. M.R. Djarot Sadharta, M.Sc.; Andri Kurniawa, S.Si., M.Si.

2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kecamatan Gamping dan Godean terletak di sebelah barat Kota Yogyakarta. Kecamatan Gamping dan Godean mempunyai letak yang strategis, yaitu selain berada di pintu masuk Kota Yogyakata juga dilewati jalan arteri utama yang menghubungkan antara Kota Yogyakarta dengan Kabupaten Kulon Progo atau daerah Purworejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan kegiatan perdagangan di Kecamatan Gamping dan Godean. Tingkat perkembangan kegiatan perdagangan di daerah penelitian meliputi ruang lingkup kegiatan perdagangan, pola sebaran kegiatan perdagangan, tingkat interaksi antara Kota Yogyakarta dengan kawasan perdagangan dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan perdagangan di daerah penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dan observasi di lapangan, dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait seperti Bappeda, BPS, Kecamatan Gamping dan Kecamatan Godean. Dalam penelitian ini metode yang digunakan, antara lain: model gravitasi, metode analisis tetangga terdekat, metode crosstab, metode korelasi Kendall dan metode regresi ordinal. Kawasan-kawasan perdagangan yang terdapat di Kecamatan Gamping lebih bersifat sebagai penyalur barang dagangan, sedangkan di Kecamatn Godean lebih bersifat produksi. Pola sebaran kegiatan perdagangan di kawasan perdagangan I, IV dan V membentuk pola random. Kawasan perdagangan II dan III mempunyai pola sebaran uniform (seragam) yang berarti bahwa di setiap titik ruang terdapat jenis- jenis fasilitas perdagangan yang sama dengan titik ruang lainnya. Pola sebaran cluster (mengelompok) terdapat pada kawasan VI. Interaksi/keterkaitan antara kawasan II mempunyai nilai interaksi tinggi. Tingkat interaksi sedang terjadi di kawasan III dan kawasan V, sedangkan kawasan I, III dan kawasan VI mempunyai tingkat interaksi yang rendah dengan Kota Yogyakarta. Tingkat interkasi antar kawasan perdagangan juga terlihat bahwa kawasan I mempunyai tingkat interaksi yang tinggi terhadap Kecamatan Godean, hal tersebut sama halnya yang terjadi di di kawasan VI. Kawasan II dan III mempunyai tingkat interaksi yang rendah terhadap Kecamatan Godean dalam hal keterkaitan permintaan dan penawaran terhadap jenis barang dagangan. Begitu juga untuk kawasan IV dan V yang mempunyai interkasi yang rendah dengan Kecamatan Gamping. Jumlah penduduk merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kegiatan perdagangan disamping faktor jumlah fasilitas transportasi, jarak antara kawasan perdagangan dengan Kota Yogyakarta dan jumlah fasilitas pelayanan umum. Rangsangan perkembangan kegiatan perdagangan di daerah pinggiran juga dapat menghasilkan perekembangan kegiatan perdagangan di desa-desa. Perkembangan perdagangan di desa-desa pada akhirnya akan mampu merangsang perkembangan wilayah di desa-desa.

-

Kata Kunci : Kegiatan perdagangan,Gamping,Sleman,DIY

  1. S1-2005-130174-abstract.pdf  
  2. S1-2005-130174-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2005-130174-title.pdf