Analisis Strategi Ekspansi Internasional Perusahaan Pakaian Berkendara di Filipina (Studi: Respiro Indonesia)
Irfan Listiawan, Dr. Rangga Almahendra, S.T. MBA
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Pertumbuhan industri pakaian
berkendara di Asia Tenggara, termasuk Filipina, menunjukkan potensi pasar yang
menjanjikan seiring meningkatnya penggunaan sepeda motor, urbanisasi, dan gaya
hidup berkendara modern. Perusahaan menghadapi stagnasi pendapatan akibat
keterbatasan ekspansi domestik dan persaingan yang semakin ketat. Oleh karena
itu, ekspansi ke pasar internasional, khususnya Filipina, menjadi langkah
strategis yang perlu dianalisis secara menyeluruh.
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis strategi ekspansi internasional perusahaan pakaian berkendara asal
Indonesia, ke pasar Filipina. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan
eksploratif, penelitian ini menggunakan empat kerangka analisis utama, yaitu Diamond
Model Porter, Five Forces Porter, mode of entry, dan strategi
adaptasi internasional.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Filipina memiliki daya tarik tinggi sebagai pasar distribusi dengan permintaan
kuat dari segmen urban commuter, namun memiliki keterbatasan pada faktor
produksi seperti tenaga kerja teknis dan bahan baku lokal. Struktur industri
menunjukkan intensitas persaingan tinggi namun belum ada pemain dominan dalam
segmen pakaian berkendara tropis. Mode of entry yang direkomendasikan
adalah kemitraan strategis dengan skema exclusive distributorship yang
memungkinkan efisiensi biaya dan kontrol merek. Sementara itu, strategi
adaptasi yang sesuai adalah strategi transnasional.
Penelitian ini menyarankan agar perusahaan
pakaian berkendara fokus pada strategi distribusi, mempertahankan produksi di
Indonesia, memperkuat kehadiran digital, serta membangun kemitraan dengan
komunitas motor lokal untuk mempercepat akseptabilitas merek di pasar Filipina.
The rapid growth of the
motorcycle apparel industry in Southeast Asia, particularly in the Philippines,
has created promising opportunities driven by rising motorcycle usage,
urbanization, and lifestyle changes. Company faces stagnant domestic revenue
due to market saturation and increased competition. As a result, international
expansion, especially into the Philippine market, emerges as a strategic
imperative requiring comprehensive analysis.
This study
aims to analyze the international expansion strategy of Respiro, an Indonesian
motorcycle apparel company, into the Philippine market. Employing a
qualitative, descriptive, and exploratory approach, this research applies four
key analytical frameworks: Porter’s Diamond Model, Five Forces, the OLI
Paradigm, and international adaptation strategies.
Findings indicate that the
Philippines offers significant potential as a distribution market, especially
among urban commuters. However, the country presents challenges in production
factors, such as limited access to high-tech labor and raw materials. The
industry is moderately competitive with no dominant player in the tropical
riding apparel segment. The most suitable mode of entry is a strategic
partnership in the form of exclusive distributorship, balancing brand control
and cost efficiency. The recommended adaptation strategy is transnational.
This
research recommends that motorcycle apparel industry focus on distribution
rather than local production, enhance digital presence, and build partnerships
with local motorcycle communities to accelerate brand acceptance in the
Philippine market.
Kata Kunci : Ekspansi Internasional, Industri Pakaian Berkendara, Filipina, Diamond Model, Five Forces, mode of entry, Strategic Partnership, dan Strategi Adaptasi Transnasional,.