PENGEMBANGAN INDUSTRI MEBEL DI PEDESAAN (Studi Kasus Industri Mebel di Ds. Gombaag, Kec. Cawas, Kab. Klaten)
Trisno Aji, Ir. Djoko Suharno Radite, M.S.
2000 | Skripsi | S1 KEHUTANANSecara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dan pengelolaan industri mebel di pedesaan. Tujuan khusus adalah untuk mengetahui nilai produksi dan tingkat keuntungan, tujuan pasar dan jangkauan pemasaran produk, kondisi sumber daya manusia dan peranan industri mebel dalam penyerapan tenaga kerja serta tingkat upah tenaga kerja, peranan lembaga-lembaga terkait serta menentukan arah pengembangan industri mebel di pedesaan berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan usaha. Metode penelitian adalah metode survai. Analisis pengembang&n usaha menggunakan analisis SWOT (strenghness, weakness, opportunities, threats). Prosedur analisa yaitu melakukan analisis faktor internal dan eksternal, menentukan tujuan, strategi dan pelaksanaan serta melakukan umpan balik (feed back). Periode produksi terukur adalah per minggu. Pengrajin mebel di Desa Gombang menghasilkan produksi mebel rata-rata sebesar Rp 3.907.833,33. dengan tingkat keuntungan sebesar Rp 560.797 atau 12,02%.Tujuan pasar adalah pasar ekspor 73,33%, pasar lokal 13,33% dan campuran ekspor dan lokal 13,33%. Pola distribusi produk adalah berdasarkan order perorangan 14,29%, melalui penampung 16,67%, melalui koperasi 4,76%, melalui penampung ekspor 35,71% dan melalui eksportir 28,57%. Kondisi sumber daya manusia berdasarkan latar belakang pendidikan adalah didominasi berpendidikan SD (50%). Tingkat pengalaman kerja umumnya di bawah 10 tahun (50%). Tingkat penyerapan tenaga kerja setiap industri sebesar 7 orang dengan tingkat upah Rp 79.200,4/orang. Kemampuan pengrajin dalam memperoleh kredit adalah akses ke bank 12,2%, bantuan pemerintah 19,51 %, bantuan swasta 4,88%, organisasi yang diikuti 21,95% dan tidak mempunyai akses 41,46%. Sebagian besar pengrajin bukan anggota organisasi 63,33%. Umumnya pengrajin belum tersentuh oleh tangan pemerintah 63,33%. Arah pengembangan usaha berorientasi pada pasar optimum sesuai dengan kapasitas produksi. Berdasarkan analisa faktor eksternal dan internal diketahui bahwa daya tarik pasar tinggi dan tingkat kekuatan usaha rendah sampai sedang. Tujuan usaha untuk pengrajin dengan kekuatan usaha rendah adalah tumbuh hati-hati, sedang yang berkekuatan sedang adalah melakukan investasi untuk tumbuh. Strategi yang digunakan adalah strategi fokus (konsentrasi). Pelaksanaan dilakukan dengan pertama; identifikasi kebutuhan konsumen clan pemenuhan persyaratan produk, dan kedua; mencoba melakukan pengembangan spesifkasi dan desairi produk. Umpan balik (feedback) harus dilakukan untuk mengantisipasi setiap perubahan yang ada. i
Kata Kunci : Industri Mebel, Pedesaan