Laporkan Masalah

Evaluasi pemanfaatan ruang terhadap rencana detail tata ruang kota: berdasarkan foto udara berskala 1:5500; Kasus sebagian wilayah Kotamadya Ujung Pandang

Edy Sabara, Prof.Dr. Sutanto

1997 | Tesis | S2 Penginderaan Jauh

INTISARI Kotamadya Ujung Pandang dalam Rencana Detail Tata, Ruang Kota (RDTRK) dibagi dalam 13 Bagian Wilayah. Kota (BWK). Salah satu diantaranya adalah BWK "D", mencakup Kecamatan Mamajang dan Mariso yang merupakan daerah penelitian. Pemanfaatan ruang daerah penelitian, sesuai RDTKK yang diprogramkan hingga tahun 2012, kenyataan di lapangan masih terdapat beberapa penyimpangan pemanfaatan ruang yang sebagian besar merupakan lahan terbangun dan yang lainnya lahan kosong peruntukan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengevaluasi beberapa penyimpangan pemanfaatan ruang pada BWK "D" berdasarkan interpretasi foto udara berskala 1:5500 tahun pemotretan 1985 dengan RDTRK yang telah disusun dengan mengacu pada kepadatan penduduk, kepadatan bangunan dan proporsi pemanfaatan ruang per blok. Metode yang digunakan adalah gabungan antara interpretasi foto udara dan cek lapangan. Untuk mengenali jenis pemanfaatan ruang tiap blok, dilakukan interpretasi foto udara, sedangkan untuk mencocokkan hasil interpretasi, data tambahan dan informasi tentang kondisi daerah penelitian, dilakukan cek lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan, penduduk sesuai hasil perhitungan rata-rata 298 jiwa/Ha, dengan kepadatan tertinggi 454 jiwa/Ha pada Blok M01(Bontomarannu, Panambungang dan Kp.Lette), dan terendah 51 jiwa/Ha pada Blok M06 (Mariso Baru). Sedangkan kepadatan bangunan mencapai rata-rata 62,73%, dengan kepadatan tertinggi 93,60% pada Blok M17 (Bontobiraeng) dan terendah 9,18% pada Blok M06. Hasil penelitian ini juga memberi gambaran mengenai kondisi pemanfaatan ruang di lapangan. Berdasarkan hasil interpretasi, menunjukkan penyimpangan pemanfaatan reang terhadap RDTRK yang telah disusun. Proporsi penyimpangan tertinggi adalah 85% pada Blok M06 dan terendah adalah 10% pada Blok M07 (Mamajang Luar), Penyimpangan pemanfaatan ruang banyak terjadi pada lahan permukiman, yang seharusnya diperuntukkan guna jasa pelayanan teknik, sosial serta komersial. Penyimpangan di atas 20% rata-rata terjadi pada tingkat kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan tinggi hingga sangat tinggi, kecuali pada Blok M06 dengan tingkat penyimpangan tertinggi 85%, namun tingkat kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan termasuk rendah. Hal tersebut disebabkan perubahan pemanfaatan ruang secara menyeluruh, yang sebelumnya ditempati lahan tidak terbangun (fasilitas rekreasi) dalam perencanaan diperuntukan guna jasa pelayanan sosial. Sebaliknya pada Blok M01, penyimpangan mencapai 80% dengan tingkat kepadatan penduduk dan kepadatan bangunan sangat tinggi, disebabkan pemanfaatan ruang saat ini ditempati lahan permukiman sedangkan dalam perencanaan adalah jasa pelayanan teknik.

ABSTRACT The Detailed Plan of City Layout (RDTRK) in Ujung Pandang Municipality is devided into thirteen Parts of Urban Areas (BWK). One of the, BWKs here is the BWK "D" that involves the Mamajang and Mariso subdistricts, where this research is carried out. In accordance with the space use programmed up to the year 2012 in those areas, the fact in the field indicates some discrepancies to the program, and most of them have been occupied by building but other is used for certain needs. Therefore, the aim of this research is to evaluate those discrepancies in the space use of BWK "D" based on the interpretation of aerial photograph with the scale 1:5500, which was flown in 1985. The detailed siteplan referred to the population and building density and the proportion of space use for each block The research method is the combination of the aerial photographic interpretation and field check. The interpretation was carried out to identify the use of those areas in each block, In addition, the field check was also carried out to confirm the result of interpretation, including secondary data and information of those areas. The result of research points out that the average population density is 298 people/hectare; the highest density is 454 people hectare at the Block M01 (Bontomarannu, Panambungan and Kp.Lette); and the lowest is 51 people/hectare at the Block MD6 (Mariso Baru). While the average building density is 62.73%; the highest density is 93.60% at the Block M17 (Bontobiraeng); and the lowest is 9.18% at the Block M06. The result of this research gives the descriptiorf about the space use on the field. It is in harmony with the result of interpertation that the discrepancies of the space use to RDIRK have been arranged. The highest of discrepancy proportion is 10% at the Blok 107 (Mamajang Luar). The discrepancy of space use mostly occured in the settlement area. This area should be prepared for technical, social, and commercial servies The discrepancy of more than 20% occured at the high to very high people density level, and the building density as well, exceptionally occured at the Block M06 with the highest discrepancy level is 85%, but the level of people and building densities are still low. This was caused by the change of the whole use of those areas which was onginally intended for recreational tentories. The discrepancy was 80% in the Block M01 with the very high population and building densities. This was caused by the fact that those areas are used for settlement, instead of being used for technical service due to the plan.

Kata Kunci : Evaluasi Pemanfaatan Ruang, Rencana Detail Tata Ruang, Foto Udara, Kotamadya Ujung Pandang

  1. S2-1997-6074-abstract.pdf  
  2. S2-1997-6074-bibliography.pdf  
  3. S2-1997-6074-tableofcontent.pdf  
  4. S2-1997-6074-title.pdf