Faktor demografi dan sosial yang mempengaruhi tingkat upah dan kepuasan kerja buruh: Kajian pada buruh industri garmen di Kotamadia Malang
Senapan Budiono, Dr. Djamaluddin Ancok
1997 | Tesis | S2 KependudukanINTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor demografi dan sosial, tingkat upah, dan kepuasan kerja buruh pada industri garmen. Metode penelitiannya menggunakan metode survei terhadap perusahaan garmen yang berskala besar dan buruh bagian produksi. Pemilihan sampel dilakukan secara proporsional sampling dengan populasi buruh bagian produksi. Data lapangan dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, observasi, dan wawancara mendalam. Data yang telah terkumpul dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan regresi berganda dan tabulasi silang serta didukung dengan hasil analisis kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat upah secara bersama-sama dipengaruhi oleh faktor demografi dan sosial buruh, dengan tingkat signifikansi, F= 14,47% dan bobot sumbangan relatif sebesar 68,18%. Faktor demografi dan sosial yang dimaksud, antara lain; umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, pengalaman kerja, status kerja, dan kondisi lingkungan kerja. Dari berbagai faktor demografi dan sosial tersebut, yang memiliki pengaruh positif dan signifikan adalah umur, jenis kelamin, status perkawinan, pengalaman kerja, dan status kerja, sedangkan pendidikan dan kondisi lingkungan kerja memiliki pengaruh yang kurang signifikan, dimana masing-masing tingkat signifikansi P > 0,05, Kepuasan kerja buruh bagian produksi didasari oleh faktor upah dan tunjangan, kondisi lingkungan kerja, hubungan sosial rekan kerja, tanggapan atas pekerjaan, kepemimpinan dan perkembangan karier. Faktor kepemimpinan, upah, dan tunjangan serta perkembangan karier sangat menentukan tingkat kepuasan kerja buruh dengan bobot sumbangan efektif masing-masing sebesar 21,84%, 21,55% dan 18,71%. Faktor demografi dan sosial yang dimiliki setiap buruh, secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan tingkat signifikansi F-15,47% dan bobot sumbangan 49,86%. Pendidikan berpengaruh negatif terhadap kepuasan kerja, koefisien, regresi yang dihasilkan (r)--0,418 dan bobot sumbangannya sebesar 7,92%. Faktor jenis kelamin dan kondisi lingkungan kerja mempunyai tingkat signifikansi masing-masing sebesar P > 0,05 sehingga secara statistik tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Besarnya tingkat upah yang diterima setiap buruh berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, koefisien regresinya (r) 0,347 dan bobot sumbangannya sebesar 7,44%. Dengan demikian, semakin tinggi tingkat upah buruh yang diterima, semakin tinggi pula kepuasan kerja yang dirasakan. Kesenjangan upah yang diterima buruh ditentukan oleh faktor demografi dan sosial yang dimiliki buruh. Oleh karena itu, para pengusaha dituntut untuk mempertimbangkan faktor pengalaman, pendidikan dan prestasi kerja di dalam. menentukan faktor pengalaman buruh. Masih rendahnya rata-rata kepuasan kerja untuk faktor kepemimpinan, upah dan tunjangan serta perkembangan karier, menuntut pihak perusahaan untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut, melalui peningkatan kemampuan manajerial dan penyeliaan pimpinan, memperbaiki keadilan internal dalam pembagian upah dan tunjangan serta dilakukan pelatihan dan pengembangan ketrampilan.
ABSTRACT This research the aim to study the demographic and social factor, wage rate, and work satisfaction of labors of garment industry. Survey method was used as the research method to observe a large scale garment industry and its production department labors. Samples were chosen by using proportional sampling method on the production department labors. Field data were collected by using interview with questionaire, observation, and deep interview. The collected data were quantitatively analyzed by using multiple regression and cross tabulation methods, and supported with qualitative analysis result. The result of the analysis shows that the wage rate is simultaneously influenced by the Demographic and social factor of the labors, with the significance level F = 14,47% and relative contribution weight of 68%. The Demographic and Social factor include age, sex, marital status, education, work experience, work status, and working environment condition. Those factor having positive and significant influence are age, sex, marital status, and work status, where as working environment condition and education have little significant influence (P>0.05). Work satisfaction of production department labors is based on wage and allowance, working environment condition, social condition of colleagues, work response, leadership, and career development factor has great influence on work satisfaction of labors with effective contribution weight of 21.84%, 21.55%, and 18,71%, respectively. The Demographic and social factor of each labor simultane- ously have positive influence on work satisfaction with significance level F= 15.47% and contribution weight of 49.86%. Education has negative influence on work satisfaction with regression coefficient r = -0.418 and contribution weight of 7.92%. Sex and working environment condition factor each has significance level P > 0.50, so that satistically it has no influence on work satisfaction. The gap of wage accepted among the labors is determined by the demographic and social factor of the labors. Therefore, managers should take into account some factors including experience, education, and work achievement of the labors in deciding the wage rate of the labors. The low level of average work satisfaction for leadership, wage and allowance, and career development requires that the company should consider these factors by increasing managerial and supervising skills of the leaders, improving internal fairness in distributing wage and allowance, and conducting training and development of their skill. Keywords: Garment industry labors; Demographic and social factor; wage rate; work satisfaction.
Kata Kunci : Tenaga kerja industri garmen, Faktor demografi dan sosial, Tingkat upah, Kepuasan kerja