Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah
Marlyn Ivana Trigita, Samudera Fadlilla Jamaludddin, S.Psi., M.Sc.
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Gangguan Depresi Mayor (MDD) merupakan kontributor utama terhadap beban disabilitas dunia (global disability burden), dengan perempuan memiliki risiko hampir dua kali lipat mengalami gangguan ini dibandingkan laki-laki. Berbagai faktor diyakini berperan dalam perbedaan tersebut, tetapi beberapa pengaruh sosiokultural, seperti otonomi pengambilan keputusan belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini menggunakan data Indonesia Family Life Survey gelombang kelima (IFLS-5) dengan melibatkan 7.029 perempuan menikah berusia 16-59 tahun. Analisis regresi logistik dilakukan untuk menelaah hubungan antara otonomi pengambilan keputusan dan peluang terjadinya depresi pada perempuan, dengan mengontrol sejumlah faktor sosiodemografi, seperti usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, status ekonomi, dan jumlah anak. Secara umum, otonomi pengambilan keputusan tidak berhubungan signifikan dengan peluang depresi, tetapi otonomi yang terkait dengan pengambilan keputusan di bidang kesehatan diasosiasikan dengan peningkatan peluang terjadinya gejala depresi (OR = 1,144; p < 0>
Major Depressive Disorder (MDD) has emerged as a primary contributor to the disability burden worldwide, with women having nearly twice the risk of developing this condition. Multiple factors are believed to contribute to this disparity, yet certain sociocultural influences, such as autonomy in decision making, remain underexplored. Comprising 7.029 married women aged 16-59 years from the fifth wave of Indonesia Family Life Survey (IFLS-5), we applied logistic regression to examine the association between decision-making autonomy and the likelihood of women’s depression, adjusting for sociodemographic factors, including age, level of education, working status, economic status, and number of children. While overall decision-making autonomy is not significantly associated with depression, higher autonomy in health-related decisions is linked to an increased likelihood of depressive symptoms (OR = 1,144; p < 0>
Kata Kunci : depresi, otonomi pengambilan keputusan, relasi kuasa, Self-Determination Theory, IFLS-5