Peran Moda Feeder TransJakarta sebagai Transportasi Pendukung First dan Last Mile dalam Mengakses MRT Bendungan Hilir (Kasus Kawasan Permukiman Karet Kuningan)
Keisha Khalila Mauristha, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.
2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
Sebagai ibu kota dan pusat kegiatan ekonomi nasional, DKI Jakarta menghadapi tantangan mobilitas yang tinggi, baik dari dalam maupun luar kota. Salah satu strategi untuk mengatasinya adalah melalui peningkatan integrasi transportasi publik dengan penyediaan layanan pendukung first dan last mile seperti bus feeder. Stasiun MRT Bendungan Hilir merupakan transportasi massal yang strategis, namun belum sepenuhnya terhubung dengan kawasan permukiman di sekitarnya, seperti Kelurahan Karet Kuningan, yang sebagian besar berada di luar radius berjalan kaki yang efisien.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran bus feeder TransJakarta rute 5F, 6D, dan 6K sebagai moda penghubung menuju MRT Bendungan Hilir melalui evaluasi kinerjanya, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat dalam menggunakan layanan ini. Penelitian menggunakan pendekatan deduktif kuantitatif dan kualitatif dengan metode triangulasi data untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif, serta analisis korelasi Spearman untuk mengetahui faktor yang memengaruhi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja bus feeder telah memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) pada aspek waktu operasional, keterjangkauan, kemudahan informasi, kesetaraan, dan keselamatan. Namun, pada jam sibuk hari kerja, variabel seperti load factor, headway, frekuensi waktu tunggu, dan kenyamanan belum optimal. Faktor yang paling memengaruhi keputusan pengguna adalah keamanan, kenyamanan, kemudahan informasi, keselamatan dan keterjangkauan, dengan rasa aman dari tindakan kriminal sebagai faktor dominan.
Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan SPM belum cukup untuk menarik minat masyarakat beralih ke transportasi umum namun juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pengguna. Peningkatan kualitas layanan, penambahan armada, integrasi dengan moda transportasi lain, seperti mikrotrans yang menjangkau jalan lingkungan, serta revisi SPM agar lebih adaptif diperlukan untuk memperluas jangkauan layanan dan memperkuat peran MRT Bendungan Hilir sebagai simpul transportasi massal yang inklusif dan berkelanjutan.
As Indonesia’s capital and national economic center, DKI Jakarta faces severe mobility challenges both within and beyond the city. One strategy to address this issue is by enhancing public transport integration through supporting first and last mile services such as feeder buses. Bendungan Hilir MRT Station serves as a strategic mass transit hub. However, it is not yet fully connected to nearby residential areas such as Karet Kuningan, where most neighborhoods are located beyond an efficient walking distance.
This study aims to analyze the role of TransJakarta feeder bus routes 5F, 6D, and 6K as connecting modes to MRT Bendungan Hilir by evaluating their performance and identifying factors influencing users’ decisions to use these services. The research employs a deductive quantitative and qualitative approach, using data triangulation for a comprehensive understanding and Spearman correlation analysis to identify influencing factors.
The findings indicate that, overall, feeder bus performance has met the minimum service standards in aspects such as operational hours, affordability, information accessibility, equality, and safety. However, during weekday peak hours, variables such as load factor, headway, waiting time, and comfort remain suboptimal. The most influential factors affecting user decisions are security, comfort, information accessibility, safety, and connectivity, with perceived security against crime emerging as the dominant factor.
These findings emphasize that merely meeting technical standards is not sufficient to encourage a shift toward public transportation. Service improvements, fleet expansion, and integration with other modes, such as microtrans serving local roads, and revising the minimum service standards to better suit feeder characteristics are essential to expanding coverage and strengthening MRT Bendungan Hilir’s role as an inclusive and sustainable transport hub.
Kata Kunci : First dan last mile, bus feeder, kinerja transportasi publik, preferensi pengguna, integrasi moda