Relasi Patron-Client Pada Pola Hubungan Tengkulak dan Petani Dalam Analisis Cost-Benefit Utilitarianisme
Wahyu Sholeh Nur Setiawan, Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M; Dr. Ridwan Ahmad Sukri
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Penelitian Relasi Patron-Client pada Pola Hubungan Tengkulak dan Petani
dalam Analisis Cost-Benefit Utilitarianisme bertujuan untuk menguraikan analisis
cost-benefit atas pola hubungan patron-client pada relasi tengkulak dengan petani.
Analisis cost benefit adalah bentuk peninjauan pada suatu keputusan etis sebagai
upaya menghasilkan keputusan yang secara langsung dapat menimbang aspek
kesejahteraan masyarakat dalam hal ini petani. Pola hubungan patron-client dapat
menguraikan karakteristik hierarki sosial antara tengkulak dan petani. Hubungan
patron-client antara tengkulak dan petani ini dapat ditelisik dalam berbagai pola,
seperti pola kekuasaan, status, dan kekerabatan. Tengkulak dianggap mampu
memberikan perlindungan atau keamanan bagi subsistensi petani sedangkan
sebagai gantinya petani memberikan pelayanan terhadap tengkulak sebagai sosok
patron.
Penelitian ini merupakan model penelitian kualitatif berdasarkan model
reflektif-sistematis. Model ini bertujuan untuk menuliskan kembali berbagai studi
kepustakaan yang telah dilakukan untuk memahami objek material yang dikaji
secara rinci dan komprehensif. Objek formal penelitian ini adalah analisis
cost-benefit etika utilitarianisme sedangkan objek material dalam penelitian ini
adalah relasi patron-client atas pola hubungan tengkulak dan petani. Penelitian ini
hendak mengkaji dampak pola hubungan patron-client dalam analisis cost-benefit.
Penelitian ini merupakan suatu studi pustaka yang dilakukan dalam beberapa
tahapan: inventarisasi data, klasifikasi, analisis data untuk identifikasi masalah,
dan penyusunan hasil dan diolah menggunakan beberapa unsur metodis filosofis:
interpretasi, deskripsi, kesinambungan historis, dan heuristik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis cost benefit merupakan
bentuk analisis keputusan etis untuk menghasilkan suatu keputusan yang secara
keseluruhan dapat menyejahterakan sebagian besar dari masyarakat. Dalam pola
hubungan patron-client antara tengkulak dan petani, struktur sosial yang
didominasi oleh patron menyebabkan petani bergantung pada kuasa tengkulak
sebagai patron. Berdasarkan analisis cost-benefit, terdapat ketidaksetimpangan
antara keuntungan dan biaya yang dikeluarkan berdasarkan nilai-nilai utilitas yang
dipertimbangkan.
This study employs a utilitarian cost-benefit analysis to examine the
patron-client relationship between middlemen (tengkulak) and farmers. This
analytical approach functions as an ethical framework to assess decisions based
on their impact on community welfare, particularly that of the farmers. The
patron-client dynamic delineates the inherent social hierarchy governing their
interaction, which manifests in patterns of power, status, and kinship. Within this
structure, the middleman (the patron) is seen to offer subsistence security, for
which the farmer (the client) reciprocates with services and loyalty.
This research is a qualitative research model based on the
reflective-systematic model. This model aims to review various literature studies
that have been carried out to understand the subjects studied in detail. The formal
object of this research is a cost-benefit analysis of utilitarianism ethics, while the
subject matter in this research is patron-client relations regarding the relationship
between middlemen and farmers. This research aims to examine the impact of
patron-client relationship patterns in cost-benefit analysis. This research is a
literature study carried out in several stages: data inventory, classification, data
analysis for problem identification, and compilation of results and processed
using several philosophical methodical elements: interpretation, description,
historical continuity, and heuristics.
The findings of this research indicate that cost-benefit analysis serves as a
form of ethical decision analysis aimed at producing an outcome that, on the
whole, improves the welfare of the majority of the community. In the patron-client
relationship between middlemen and farmers, the social structure dominated by
the patron causes the farmers to become dependent on the power of the
middleman. Based on the cost-benefit analysis, an imbalance exists between the
benefits and the costs incurred, according to the utility values considered.
Kata Kunci : utilitarianisme, analisis cost benefit, pola hubungan patron-client, tengkulak, petani