Determinan Ketimpangan Penyerapan Anggaran Belanja (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung)
Irma Khamidatus Shofiyah, Mukhlis, S. E., M. Acc.
2025 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor Publik
Penyerapan anggaran belanja pemerintah daerah yang proporsional sangat penting untuk menjaga kualitas belanja dan mendukung pencapaian pembangunan. Namun, pola penyerapan yang menumpuk di akhir tahun masih terjadi di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan tingkat penyerapan anggaran belanja Kabupaten Temanggung pada periode 2022–2024, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketimpangan penyerapan anggaran, dan menelaah strategi perencanaan anggaran kas yang digunakan pemerintah daerah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap pejabat pengelola keuangan daerah yang memiliki fungsi utama terkait pelaksana, pengawasan, dan koordinator belanja daerah, serta analisis terhadap data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penyerapan anggaran di sebagian besar jenis belanja masih memperlihatkan fenomena slow and back loaded disbursement. Faktor yang mempengaruhi ketimpangan penyerapan anggaran belanja meliputi berbagai faktor, mulai dari tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban. Selain itu, faktor pengawasan, sumber daya manusia, sistem informasi, dan eksternal juga turut mempengaruhi. Dari keseluruhan faktor tersebut, perencanaan anggaran belanja yang direncanakan menumpuk di akhir tahun, proses pengadaan barang dan jasa yang memerlukan waktu lama, kurangnya koordinasi antar sumber daya manusia, dan lemahnya pengawasan, serta penyaluran transfer ke daerah dan petunjuk teknis Dana Alokasi Khusus dari pemerintah pusat yang cenderung lambat menjadi determinan dominan yang menyebabkan penumpukan realisasi belanja di akhir tahun.
The proportional absorption of local government expenditure is essential to maintain spending quality and support development goals. However, the pattern of budget absorption that accumulates toward the end of the fiscal year remains a recurring issue in Temanggung Regency. This study aims to analyze the trends and levels of budget absorption in Temanggung Regency during the 2022–2024 period, identify the factors causing disparities in budget absorption, and examine the cash budgeting strategies adopted by the local government. The research employs a qualitative approach with a case study strategy, conducted through in-depth interviews with financial management officials responsible for the implementation, supervision, and coordination of regional expenditure. Secondary data were also analyzed, particularly the Local Government Budget Realization Reports. The findings reveal that the trend of budget absorption across most expenditure categories still exhibits a slow and back-loaded disbursement pattern. The disparity in expenditure absorption is influenced by several factors, ranging from the stages of planning and budgeting, implementation and bookkeeping, to reporting and accountability. Moreover, oversight, human resources, information systems, and external conditions also play a role. Among these, the dominant determinants include expenditure plans concentrated toward the end of the year, lengthy procurement processes, limited coordination among personnel, weak supervision, and disbursement of transfers to the region, and the late issuance of technical guidelines for the Special Allocation Fund from the central government. Collectively, these factors contribute to the accumulation of budget realization at the end of the fiscal year.
Kata Kunci : Anggaran, Belanja Daerah, Penyerapan Anggaran, Temanggung