Analisis Alternatif Pemanfaatan Tempat Evakuasi Sementara Pantai Kuwaru Bantul Menggunakan Analytical Hierarchy Process dan Analisis SWOT
Bernardino Adam Wijaya, Fatima Putri Prativi, S.T., M.Ec.Dev
2025 | Tugas Akhir | D4 Manajemen dan Penilaian Properti
Dua belas unit Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang dibangun di sejumlah provinsi di Indonesia adalah produk dari Kementrian PUPR dan BNPB yang dibangun pada tahun 2014-2015. Menurut master plan, TES diizinkan juga untuk dimanfaatkan berbagai saat kondisi bebas bencana. Saat pembatasan sosial akibat Covid-19, TES Pantai Kuwaru menjadi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan menimbulkan moral hazard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran kegiatan alternatif pemanfaatan, kriteria batas pemanfaatan, dan estimasi biaya perbaikan serta membangun fasilitas alternatif pemanfaatan TES Pantai Kuwaru. Metode penelitian yang digunakan adalah Biaya Pengganti Baru, Analytical Hierarchy Process, dan Replacement Cost New. Penelitian ini menghasilkan alternatif pemanfaatan TES Pantai Kuwaru sebagai rest area, ruang olahraga, tempat berdagang, dan panggung kesenian. Kriteria pemanfaatan yaitu kegiatan harus bisa dikondusifkan kurang dari 10 menit, tidak boleh melebihi kapasitas, tidak ada kerusakan fasilitas vital, dan kebersihan tetap terjaga. Estimasi biaya perbaikan 731.846.700 sedangkan perawatan sebesar Rp 79.276.934 per tahun. Estimasi biaya untuk membangun fasilitas alternatif pemanfaatan yaitu sebagai tempat berdagang sebesar Rp 73.155.000, panggung kesenian sebesar Rp 97.700.000, dan ruang olahraga dengan Total sebesar Rp 397.534.700.
Twelve Temporary Evacuation Sites (TES) built in a number of provinces in Indonesia are the product of the Ministry of Public Works and Public Housing and the National Disaster Management Agency (BNPB), constructed in 2014-2015. According to the master plan, TES are also permitted to be used at various times when there are no disasters. During the social restrictions due to Covid-19, the Kuwaru Beach TES was misused by irresponsible individuals, causing moral hazard. The purpose of this study is to provide an overview of alternative utilization activities, utilization limit criteria, and cost estimates for repairs and the construction of alternative facilities for the utilization of the Kuwaru Beach TES. The research methods used were Replacement Cost New, Analytical Hierarchy Process, and Replacement Cost New. This study produced alternative uses for the Kuwaru Beach TES as a rest area, sports area, trading place, and art stage. The utilization criteria are that activities must be able to be conducted in less than 10 minutes, must not exceed capacity, must not damage vital facilities, and must maintain cleanliness. The estimated repair cost is 731.846.700 while the maintenance cost is 79.276.934 per year. The estimated cost to build alternative facilities for utilization is as follows: trading area at IDR 73.155.000, arts stage at IDR 97.700.000, and sports hall at IDR 397.534.700
Kata Kunci : Aset Daerah, Tempat Evakuasi Sementara, Analytical Hierarchy Process, Analisis SWOT / Regional Assets, Temporary Evacuation Site, Analytical Hierarchy Process, SWOT Analysis