Integrasi Pasar dan Transmisi Harga Cabai Rawit Merah di Provinsi Jawa Tengah
Bernado Catur Haryanto Pamungkas, Dr. Hani Perwitasari, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec.
2025 | Skripsi | SOS.EK. PERTANIAN (AGROBISNIS)
Cabai rawit merah merupakan salah satu komoditas
hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan tingkat fluktuasi harga yang
tinggi. Fluktuasi tersebut terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara
permintaan dan pasokan, serta perbedaan kekuatan pasar antar pelaku di
sepanjang rantai distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui
pola integrasi pasar, (2) mengidentifikasi pola transmisi harga dan (3)
mengkaji elastisitas transmisi harga cabai rawit merah di Provinsi Jawa Tengah
pada berbagai tingkat pasar, meliputi tingkat produsen, pedagang besar, dan
pasar tradisional. Data yang digunakan merupakan data harga bulanan cabai rawit
merah periode 2022–2024 yang diperoleh dari Pusat Informasi Harga Pangan
Strategis Nasional (PIHPS). Analisis dilakukan menggunakan metode Asymmetric
Error Correction Model (AECM) untuk mengetahui hubungan jangka pendek dan
jangka panjang antar tingkat pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga
cabai rawit merah di tingkat produsen, pedagang besar, dan pasar tradisional di
Provinsi Jawa Tengah terintegrasi secara vertikal, menandakan adanya keterkaitan
pasar dalam jangka panjang. Namun, pada hubungan antara produsen dan pedagang
besar ditemukan transmisi harga yang bersifat asimetris dalam jangka panjang
dengan hubungan dua arah (bidirectional causality). Sementara itu, hasil
analisis elastisitas transmisi harga menunjukkan bahwa sebagian besar hubungan
antar pasar bersifat elastis, kecuali pada hubungan harga pasar tradisional
terhadap harga pedagang besar yang bersifat inelastis. Beberapa temuan tersebut
menegaskan bahwa meskipun pasar telah terintegrasi, masih terdapat ketimpangan
dalam proses penyesuaian harga yang perlu diperhatikan dalam upaya mewujudkan
sistem pemasaran cabai yang lebih efisien.
Red cayenne pepper is a high-value horticultural
commodity that exhibits considerable price volatility. Such fluctuations arise
from imbalances between supply and demand as well as disparities in market
power among actors along the distribution chain. This study aims to (1) examine
the pattern of market integration, (2) identify the nature of price
transmission, and (3) analyze the price transmission elasticity of red cayenne
pepper in Central Java Province across different market levels, namely producers,
wholesalers, and traditional markets. The study employs monthly price data for
the 2022–2024 period sourced from the National Strategic Food Price Information
Center (PIHPS). The analysis utilizes the Asymmetric Error Correction Model
(AECM) to assess both short-run and long-run relationships among market levels.
The results reveal that red cayenne pepper prices at the producer, wholesaler,
and traditional market levels are vertically integrated, indicating the
presence of long-term market linkages. However, the relationship between
producers and wholesalers shows asymmetric price transmission in the long run
with bidirectional causality. Moreover, the elasticity analysis indicates that
most market relationships are elastic, except for the response of traditional
market prices to wholesaler prices, which is inelastic. These findings suggest
that although market integration exists, price adjustments remain uneven across
market levels, highlighting the need for greater efficiency within the red
cayenne pepper marketing system.
Kata Kunci : cabai rawit merah, integrasi pasar vertikal, transmisi harga vertikal, elastisitas transmisi harga, asimetri transmisi harga, AECM