PARTISIPASI DAN DINAMIKA EMOSI JEMAAH: STUDI ETNO-FENOMENOLOGI MAJELIS DZIKIR DAN SELAWAT BARZANJI GADA DEWA 313 DI DUSUN GANJURAN, CATURHARJO, SLEMAN
Elmilia Suryaningrum, Dr. Muhammad Najib, S.Sos., M.A.
2025 | Skripsi | Sosiologi
Latar Belakang: Riset ini mengkaji Majelis Dzikir dan Selawat Barzanji, Gada Dewa, 313 yang berlokasi di Dusun Ganjuran, Caturharjo, Sleman sebagai bagian dari tradisi sufisme yang berkembang pesat di tanah air. Majelis ini diikuti oleh mayoritas jemaah perempuan berusia di atas 40 tahun dan dalam interaksinya memperlihatkan ikatan sosial yang lebih dalam dari sekadar partisipasi dalam ritual. Penelitian ini bertujuan untuk memahami motivasi yang melatarbelakangi partisipasi jemaah untuk tetap aktif dan bertahan; mengeksplorasi bentuk dan dinamika emosi yang dialami jemaah dalam pelaksanaan ritual; serta mendalami peran majelis dalam kehidupan sosial jemaahnya.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnofenomenologi. Pemilihan informan ditetapkan dari jemaah yang telah bergabung selama 3-10 tahun. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Teori Rantai Ritual Interaksi Randall Collins, konsep embodiment, dan sense of belonging dimanfaatkan sebagai mata pisau analisis data.
Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan partisipasi jemaah dimotivasi oleh faktor keluarga, keresahan batin, tekanan hidup, dan kebutuhan spiritual akan ketenangan. Ritual dzikir dan selawat membangunkan resonansi emosi kolektif, menghadirkan rasa kebersamaan, serta memperkuat identitas religius. Praktik embodiment, seperti gerakan dan sensasi tubuh dan pengulangan bacaan membangun kedekatan emosional sekaligus menjadi bentuk pendisiplinan diri. Selain itu, majelis juga berfungsi sebagai ruang sosial yang dipilih dalam memberikan dukungan, solidaritas, dan legitimasi simbolik bagi para anggotanya
Kesimpulan: Majelis Dzikir dan Selawat Gada Dewa 313 yang berlokasi di Dusun Ganjuran tidak hanya menjadi ruang spiritual, tetapi juga ruang yang menumbuhkan ikatan sosial, menyalurkan emosi, serta memperkokoh ketahanan jemaah dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Background: This research examines the Majlis Dhikr and Salawat Barzanji, Gada Dewa, 313, located in Ganjuran, Caturharjo, Sleman, as part of a rapidly growing Sufi tradition in Indonesia. This assembly is attended by a majority of female congregants aged over 40, and their interactions demonstrate social bonds that extend beyond mere ritual participation. This study aims to understand the motivations behind the congregation's continued active participation and persistence; explore the forms and dynamics of emotions experienced by congregants during ritual; and explore the role of the assembly in the social life of its congregation.
Methods: This study employed a qualitative research method with an ethnophenomenological approach. Informants were selected from congregants who had been members for 3-10 years. Data were obtained through participant observation, semi-structured interviews, and documentation. Randall Collins' Ritual Interaction Chain Theory, the concept of embodiment, and a sense of belonging were used as analysis tools.
Results: Research shows that continued congregational participation is motivated by family factors, inner unrest, life pressures, and a spiritual need for serenity. The rituals of dhikr and salawat (prayer chanting) awaken collective emotional resonance, create a sense of togetherness, and strengthen religious identity. Embodiment practices, such as bodily movements and sensations, and the reproduction of recitations, foster emotional closeness and serve as a form of self-discipline. Furthermore, the assembly also functions as a chosen social space for providing support, solidarity, and symbolic legitimacy for its members.
Conclusion: The Gada Dewa 313 Dhikr and Salawat Assembly, located in Ganjuran, is not only a spiritual space but also one that fosters social bonds, conveys emotions, and strengthens the congregation's resilience in facing various life challenges.
Kata Kunci : majelis dzikir dan selawat, emosi, embodiment, sense of belonging/dhikr and salawat assembly, emotions, embodiment, sense of belonging