Laporkan Masalah

Efektivitas Layanan Pendidikan Inklusi bagi Pemangku Kepentingan di Sekolah Dasar Kota Yogyakarta

Diani Rahayu, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik, M.Si.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Pendidikan inklusif merupakan konsep yang menekankan penerimaan semua peserta didik tanpa terkecuali, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) sehingga diperlukan keberadaan tenaga pendidik yang mampu menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan individual siswa. Untuk mencapai hal tersebut, pemerintah daerah Kota Yogyakarta menghadirkan UPT Layanan Disabilitas (ULD) Bidang Pendidikan dan Resource Center untuk meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan dan mencapai pendidikan yang inklusif bagi seluruh peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas salah satu layanan ULD, yakni Layanan Konsultasi & Workshop dalam menunjang pelaksanaan pendidikan inklusi. 

Penelitian ini merupakan studi evaluatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, yang dilakukan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) oleh Stufflebeam. Model evaluasi tersebut digunakan untuk memberikan penilaian komprehensif terhadap relevansi, perencanaan, pelaksanaan, dan dampak dari layanan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada sekolah penyelenggara pendidikan inklusi yang menjadi sasaran layanan. Data yang telah dianalisis kemudian diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi sumber data, yakni dengan membandingkan jawaban antar pemangku kepentingan, yakni fasilitator layanan, kepala sekolah, guru wali kelas, dan Guru Pembimbing Khusus (GPK).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek konteks, layanan ini memiliki relevansi yang tinggi terhadap kebutuhan dan permasalahan riil yang dihadapi oleh pemangku kepentingan, khususnya terkait peningkatan kapasitas dalam menerapkan pendidikan inklusi. Dari aspek masukan, strategi layanan, dan penyediaan sumber daya dinilai cukup baik meskipun masih terdapat keluhan pada pemilihan sistem praktik yang berkelompok dan keterbatasan akses materi pelatihan. Aspek proses menunjukkan pelaksanaan berjalan secara partisipatif namun masih terdapat miskomunikasi dalam hal-hal teknis antara penyelenggara, narasumber, dan peserta. Sementara itu, aspek produk menunjukkan adanya peningkatan pada pemahaman peserta terhadap konsep pendidikan inklusi, namun penerapan di sekolah masih terbatas, khususnya karena tanggung jawab implementasi seringkali hanya dibebankan kepada GPK. Dengan demikian, layanan ini dinilai cukup efektif, tetapi masih memerlukan penguatan lanjutan agar dapat terimplementasi secara menyeluruh dan berkelanjutan oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan inklusi.

Inclusive education is a concept that emphasizes the acceptance of all learners without exception, including students with special educational needs, thereby requiring the presence of educators who are capable of adapting the curriculum to meet individual learning needs. In response to this demand, the local government of Yogyakarta established the Educational Disability Service Unit (UPT Layanan Disabilitas/ULD) and Resource Center to strengthen the capacity of key stakeholders and promote inclusive practices across all levels of education. This study aims to evaluate the effectiveness of one of ULD’s core services —namely, the ‘Consultation & Workshop Service’ in supporting the implementation of inclusive education. 

This research adopts a qualitative descriptive approach within an evaluative study design, utilizing the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model developed by Stufflebeam. The model provides a comprehensive framework to assess the relevance, planning, implementation, and outcomes of the program. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentations at selected inclusive schools targeted by the service. The validity of the data was ensured through source triangulation by comparing responses from various stakeholders, including service facilitators, school principals, classroom teachers, and Special Education Support Teachers or also known as shadow teachers.

The findings indicate that, in terms of context, the service demonstrates high relevance to the actual needs and challenges faced by stakeholders, particularly in enhancing their capacity to implement inclusive education. Regarding input, the service strategy and resource provision are considered adequate, although concerns remain regarding the use of group-based practical sessions and limited access to training materials. The process aspect reveals that the service was implemented in a participatory manner, but some technical miscommunication occurred between organizers, facilitators, and participants. Meanwhile, the product aspects shows improved understanding of inclusive education concepts among participants, although actual implementation at the school level remains limited —often placing the responsibility solely on the shadow teachers. Therefore, the service is considered moderately effective and requires further reinforcement to ensure that the training outcomes are fully implemented and sustained across all levels of school stakeholders.

Kata Kunci : Efektivitas, Pendidikan Inklusi, CIPP

  1. S1-2025-473709-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473709-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473709-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473709-title.pdf