Identifikasi Nilai-nilai Etika Komunikasi dalam Tradisi Alua Pasambahan Studi Deskriptif Tindakan Komunikasi dalam Tradisi Alua Pasambahan Makan Jo Minum pada Masyarakat Luak Limopuluah
AKHLAQUL IMAM, Prof. Nyarwi Ahmad, Ph.D
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai etika komunikasi yang terdapat dalam tradisi Alua Pasambahan Makan Jo Minum yang berasal dari Suku Minangkabau terkhusus pada masyarakat Luak Limopuluah. Maraknya ujaran kebencian menjadi salah satu bukti terjadinya degradasi etika komunikasi.Pemilihan Alua Pasambahan didasarkan pada keunikan tradisi ini yang terlihat dari tutur, pola penyampaian pesan, pemilihan bahasa serta nilai sopan santun di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah tradisi Alua Pasambahan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara untuk data primer dan studi pustaka untuk data sekunder. Data primer dianalisis menggunakan analisis wacana begitupun data sekunder juga dengan analisis wacana, yang dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data primer digunakan sebagai acuan utama untuk mencapai tujuan penelitian serta didukung dengan data sekunder sebagai pelengkap data primer tersebut. Untuk menemukan landasan nilai etika yang digunakan maka penulis memilih konsep yang dikemukakan oleh Richard L Johanessen karena membahas secara komprehensif terkait etika komunikasi dalam berbagai lingkup kokunikasi. Konsep etika yang ditawarkan oleh beliau terkait dengan tanggung jawab dalam berkomunikasi. Konsep tersebut digunakan untuk
melihat nilai-nilai etika yang akan diteliti serta mengidentifikasi nilai tersebut pada tradisi Alua Pasambahan. Beberapa temuan dalam penelitian ini yaitu terkait dengan ragam proses tradisi serta tutur bahasa tradisi Alua Pasambahan. Temuan- temuan penelitian ini didapatkan dari wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat dan pelaku tradisi ini. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Alua Pasambahan merupakan tradisi yang sangat menjunjung nilai- nilai etika komunikasi seperti tutur kata yang sopan, pemilihan bahasa yang disesuaikan serta pola komunikasi saling menghargai dengan tidak berebut berbicara, sehingga dapat dijadikan acuan untuk menyimpulkan tradisi ini sesuai dengan nilai tanggung jawab sebagai etika komunikasi.
This study aims to identify the ethical values of communication contained in the Alua Pasambahan tradition originating from the Minangkabau culture. The rise of hate speech is one of the evidences of the degradation of communication ethics. The selection of Alua Pasambahan is based on the uniqueness of this tradition which can be seen from the speech, message delivery patterns, language selection and politeness values in it. The method used in this study is a case study method with a qualitative approach. The type of research used is descriptive research. The object of this study is the Alua Pasambahan tradition. The data collection process was carried out by interviewing for primary data and literature study for secondary data. Primary data was analyzed using discourse analysis as well as secondary data with discourse analysis, which started from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Primary data was used as the main reference to achieve research objectives and was supported by secondary data as a complement to the primary data. To find the basis for the ethical values used, the author chose the concept proposed by Richard L Johanessen because it comprehensively discusses communication ethics in various communication scopes. The concept of ethics offered by him is related to responsibility in communicating. This concept is used to see the ethical values that will be studied and identify these values in the Alua Pasambahan tradition. Some friends in this study are related to the variety of traditional processes and the language of the Alua Pasambahan tradition. The findings of this study were obtained from in-depth interviews with community leaders and practitioners of this tradition. The conclusion in this study shows that the Alua Pasambahan tradition is a tradition that highly upholds the values of communication ethics such as polite speech, the choice of adjusted language and a pattern of mutual respect by not fighting to speak, so that it can be used as a reference to conclude this tradition in accordance with the value of responsibility as ethics communication.
Kata Kunci : etika, komunikasi, Minangkabau, Alua Pasambahan.