Hyperparameter Optimization Menggunakan Metode Hyperband pada Model Attention LSTM Fully Convolutional Network untuk Klasifikasi Gerakan Mata Manusia
Irfan Maulana Marantika, Dr. Eng. Ir. Sunu Wibirama, S.T., M.Eng., IPM. ; Dr. Eng. Ir. Igi Ardiyanto, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., SMIEEE.
2025 | Skripsi | S1 TEKNIK BIOMEDIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi tantangan komputasi
dalam klasifikasi gerakan mata manusia yang mencakup fixation, saccade, dan
smooth pursuit guna meningkatkan keandalan teknologi antarmuka tanpa sentuh
(Zero UI), khususnya di lingkungan medis untuk meminimalkan risiko infeksi
nosokomial. Mengingat tingginya variabilitas sinyal dan adanya noise,
penelitian ini mengimplementasikan arsitektur deep learning Attention Long
Short-Term Memory Fully Convolutional Network (ALSTM-FCN), yang unggul dalam
menangkap dependensi temporal pada data deret waktu. Untuk memaksimalkan
potensinya, dilakukan proses Hyperparameter Optimization (HPO) menggunakan
metode Hyperband yang dikenal efisien dalam alokasi sumber daya komputasi.
Hasil evaluasi komprehensif dengan metode Leave-One-Video-Out (LOVO) secara
konklusif menunjukkan bahwa model ALSTM-FCN yang dioptimalkan berhasil meningkatkan performa secara signifikan dibandingkan arsitektur lain seperti
BiLSTM dan TCN. Peningkatan paling substansial tercatat pada klasifikasi smooth
pursuit yang naik hingga 44,39% , membuktikan bahwa pendekatan yang diusulkan
mampu menghasilkan sistem klasifikasi yang lebih andal dan akurat untuk
aplikasi Zero UI yang responsif. Model ALSTM-FCN memperoleh F1-Score tertinggi
pada seluruh kelas, yaitu fixation (0,9451), saccade (0,8981), smooth pursuit
(0,7914), dan noise (0,7746). Analisis statistik menggunakan uji Friedman
menghasilkan p = 0,0001, yang menunjukkan adanya perbedaan kinerja yang
signifikan antar model. Uji post-hoc Wilcoxon Signed Rank menegaskan bahwa
peningkatan performa ALSTM-FCN signifikan dibandingkan LSTM (p= 0,0003) dan
TCN (p = 0,0026). Dengan demikian, pendekatan yang diusulkan terbukti secara
statistik mampu menghasilkan sistem klasifikasi yang lebih andal dan akurat
untuk aplikasi Zero UI yang responsif.
This research aims to address the computational challenges
in classifying human eye movements including fixation, saccade, and smooth
pursuit to enhance the reliability of touchless interface (Zero UI) technology,
particularly in medical environments to minimize the risk of nosocomial
infections. Given the high signal variability and the presence of noise, this
study implements an Attention Long Short-Term Memory Fully Convolutional
Network (ALSTM-FCN) architecture, which excels at capturing temporal dependencies
in time-series data. To maximize its potential, a Hyperparameter Optimization
(HPO) process was conducted using the Hyperband method, known for its
efficiency in computational resource allocation. Comprehensive evaluation
using the Leave-One-Video-Out (LOVO) method conclusively demonstrates that the
optimized ALSTM-FCN model significantly improves performance compared to
other architectures like BiLSTM and TCN. The ALSTM-FCN model achieved the
highest F1-Score across all classes, namely fixation (0.9451), saccade
(0.8981), smooth pursuit (0.7914), and noise (0.7746). Statistical analysis
using the Friedman test yielded p = 0.0001, indicating a significant difference
in performance among the models. The post-hoc Wilcoxon Signed Rank test further
confirmed that the performance improvement of ALSTM-FCN was significant
compared to LSTM (p = 0.0003) and TCN (p = 0.0026). Thus, the proposed approach
is statistically proven to produce a more reliable and accurate classification
system for responsive Zero UI applications.
Kata Kunci : Eye movement classification, Eye tracking, ALSTM-FCN, Hyperparameter Optimization, Hyperband