Koherensi Interpretasi Hukum Internasional: Analisis Potensi Pengaruh Perkara Oxfam Novib et al pada Perkara Nicaragua v. Germany
Rafifah Ermaputri Sunarto, Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU HUKUM
Pengadilan Belanda dalam Perkara Oxfam Novib et al serta Mahkamah Internasional (International Court of Justice (ICJ)) dalam kasus Nicaragua v. Germany, pada dasarnya membahas isu yang sama, yaitu transfer senjata kepada Israel. Dengan latar belakang tersebut, penelitian hukum ini dilakukan untuk tujuan: (1) menganalisis bagaimana putusan domestik dapat dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan di ICJ serta (2) menganalisis apa implikasi terhadap koherensi interpretasi hukum internasional dari putusan yang akan dikeluarkan oleh ICJ dalam kasus Nicaragua v. Germany.
Sifat dari penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yuridis-normatif. Penelitian ini dilakukan dengan pengkajian data sekunder melalui studi kepustakaan terhadap data berupa perjanjian internasional, prinsip-prinsip hukum internasional, yurisprudensi, dan literatur akademik.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, putusan pengadilan domestik dapat dipertimbangkan dalam pengambilan putusan di ICJ sebagai basis penarikan interpretasi hukum dan sebagai alat bukti, preseden menunjukkan bahwa pengadilan domestik memiliki pengaruh untuk dipertimbangkan lewat ruang yang telah disediakan oleh Pasal 38(1) Statuta ICJ. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa ICJ memiliki peluang dalam kasus Nicaragua v. Germany untuk memelopori dialog intra-yudisial antara pengadilan internasional dan pengadilan domestik untuk mendukung koherensi interpretasi hukum internasional dan mengurangi adanya fragmentasi hukum.
The Netherlands Domestic Court in the case of Oxfam Novib et al and the International Court of Justice (ICJ) in Nicaragua v. Germany, both address a fundamentally similar issue: the legality of arms transfer to Israel. Against this background, this research aims to: (1) Examine how domestic cases can be an influence in ICJ's decision-making process, and (2) analyse the possible implication the Nicaragua v. Germany case possess on the coherency of the interpretation of International Law.
This research employs a qualitative approach using a normative juridical type of research. This research is done by analysing secondary data through the literature study of international treaties, legal principles of international law, jurisprudence, and academic literature.
The findings demonstrates that domestic court decisions can be taken into account by the ICJ both as a basis for legal interpretation and as evidentiary material. Precedents indicates that domestic decisions hold value to be taken into account by the ICJ within their framework provided by Article 38(1) of the ICJ Statute. Furthermore, the study finds that ICJ has an opportunity in Nicaragua v. Germany to foster inter-judicial dialogue between International and Domestic Courts, thereby promoting coherency in the interpretation of International Law and mitigating the risks of legal fragmentation
Kata Kunci : Oxfam Novib et al, Nicaragua v. Germany, Fragmentasi Hukum Internasional, Koherensi Hukum Internasional, Pasal 38(1) ICJ