Representasi Maskulinitas Dalam Budaya Manga (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Manga “Vinland Saga”)
Azzam Ilma Nugrahadi, Dr. Ardian Indro Yuwono, SIP, MA
2025 | Skripsi | Ilmu Komunikasi
Tidak berbeda dengan produk-produk budaya populer sejenisnya, manga dan anime menjadi sarana bagi negara produsennya, yakni Jepang, untuk menyebarkan nilai-nilai dan pandangan-pandangan yang merupakan bagian dari identitas mereka, terutama untuk tujuan membangun citra bangsa. Tentunya, pandangan-pandangan tentang gender tak terkecualikan terkandung dalam muatan-muatan yang ada dalam manga dan anime, mempertimbangkan bahwa kedua budaya populer tersebut menjadi salah satu sarana di Jepang untuk menyebarkan nilai-nilai dan pandangan tentang gender dan maskulinitas. Penelitian ini bertujuan untuk membedah salah satu manga ternama berjudul “Vinland Saga”, manga dengan genre seinen yang tertuju pada audiens laki-laki dewasa muda dan dewasa, terkait muatan-muatan representasi maskulinitas di dalamnya. Dengan menggunakan semiotika Roland Barthes, penelitian ini berfokus untuk menjawab pertanyaan “Bagaimana representasi maskulinitas dalam “Vinland Saga”? melalui pembacaan dekat terhadap elemen-elemen cerita, latar, dan karakter-karakter dalam manga ini. Hasil penelitian ini menunjukkan secara garis besar bahwa “Vinland Saga” berpartisipasi dalam diskusi tentang maskulinitas sebagai budaya populer dengan menawarkan representasi yang kompleks, dinamis, dan penuh negosiasi tentang berbagai bentuk identitas maskulin. Sebagai produk fiksi yang mengambil latar sejarah dan budaya Eropa berupa Vikings, tetapi diproduksi dalam konteks Jepang, karya ini tidak hanya mereproduksi mitos maskulinitas tradisional yang diwarnai oleh kualitas-kualitas, seperti dominasi fisik dan kekerasan, tetapi juga secara sadar mendekonstruksi nilai-nilai tersebut dengan menampilkan konsepsi-konsepsi maskulinitas tandingan melalui ceritanya dan perjalanan karakter-karakternya.
Similar to other popular cultural products, manga and anime serve as tools for their country of origin, namely Japan, to disseminate values and perspectives that are part of their national identity, particularly for the purpose of nation branding. Understandably, perspectives on gender are no exception and are embedded within the content of manga and anime, considering that both forms of popular culture have become key mediums in Japan for conveying values and ideas related to gender and masculinity. This study aims to examine one of the most well-known manga titles, Vinland Saga, a seinen manga targeted at young adult and adult male audiences, in relation to its representations of masculinity. Utilizing Roland Barthes’ semiotics, this research focuses on answering the question: “How is masculinity represented in Vinland Saga?” through a close reading of the story elements, setting, and characters within the manga. Overall, the findings of this study shows that Vinland Saga participates in the discourse on masculinity within popular culture by offering a complex, dynamic, and negotiated representation of various masculine identities. As a work set on the backdrop European history and culture, but produced in the context of Japan, it not only reproduces traditional myths of masculinity, characterized by traits such as physical dominance and violence, but also consciously deconstructs those values by presenting alternative conceptions of masculinity through its narrative and character developments.
Kata Kunci : manga, maskulinitas, seinen