Laporkan Masalah

Cultural Encounter Wisatawan Melalui Interpretasi Warisan Budaya Dalam Program Heritage Track

Yosha Setiana Putri Sitepu, Raden Rucitarahma Ristiawan, S.Par., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | PARIWISATA

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena cultural encounter wisatawan dalam program Jogja Heritage Track (JHT) melalui interpretasi warisan budaya. Pengalaman Cultural Encounter wisatawan dipahami sebagai pertemuan budaya yang berfokus pada interaksi kompleks antara budaya wisatawan yang dipengaruhi oleh kognisi pengetahuan, identitas dan latar belakang budaya, dan motivasi serta interpretasi budaya yang disajikan oleh JHT. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan edukator dan peserta serta diperkaya dengan observasi terlibat dan studi literatur. Analisis data merujuk dari konsep sosiologis Delanty (2011) yang mengidentifikasi enam jenis cultural encounter yang terjadi: konflik, divergensi, asimilasi, penerimaan, difusi atau adaptasi, dan fusi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya wisatawan secara langsung memengaruhi cara mereka merespons interpretasi budaya. Wisatawan dengan pengetahuan terkait budaya DIY dan motivasi edukasi cenderung mengalami asimilasi kognitif, di mana mereka menginternalisasi nilai-nilai baru, seperti filosofi Sumbu Filosofis.Sebaliknya, wisatawan dengan pengetahuan umum dan motivasi rekreasi cenderung menunjukkan respons berupa penerimaan budaya. Selain itu, ditemukan juga benturan atau konflik yang dipicu oleh benturan antara identitas pribadi wisatawan dan kebijakan revitalisasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa ragam interaksi cultural encounter bukanlah fenomena statis, melainkan proses dinamis yang dalam konteks penelitian ini dapat dimediasi oleh interpretasi dan dipengaruhi oleh kondisi sosial-budaya awal wisatawan.

This research aims to examine the phenomenon of cultural encounters among tourists participating in the Jogja Heritage Track (JHT) program through cultural heritage interpretation. A cultural encounter is understood as a complex interaction between the tourists’ own culture including their cognitive knowledge, identity and cultural background, and motivations and the cultural interpretation presented by JHT.Using a descriptive qualitative approach, data was collected through semistructured interviews with educators and participants, supplemented by participant observation and literature studies. The data analysis referenced Delanty (2011), which identifies six types of cultural encounters that can occur: clash of culture, cultural divergence, cultural assimilation, cultural acceptance, cultural diffusion or adaptation, and cultural fusion.The results show that tourists' culture directly influences how they respond to cultural interpretations. Tourists with prior knowledge of DIY culture and educational motivations tend to experience assimilation or adaptation, where they internalize new values, such as the philosophy of the Philosophical Axis. Conversely, tourists with general knowledge and recreational motivations are more likely to show a response of cultural acceptance. Furthermore, the study also found instances of clashes or conflicts triggered by a friction between tourists' personal identity and revitalization policies. Overall, this research confirms that cultural encounters are not a static phenomenon but a dynamic process mediated by interpretation and influenced by the initial sosio-culture conditions of the tourists.

Kata Kunci : Cultural Encounter, Interpretasi Warisan Budaya, Jogja Heritage Track (JHT)

  1. S1-2025-482645-abstract.pdf  
  2. S1-2025-482645-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-482645-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-482645-title.pdf