Shifting Characteristics of the Developmental State Model in South Korea's Cosmetic Industry
Chitansia Jogina Abibi Pulungan, Dr. Maharani Hapsari
2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional
Trajektori ekonomi Korea Selatan telah mengalami transformasi mendalam sejak periode industrialisasi pesatnya. Selama beberapa dekade, pertumbuhan ekonomi negara ini didominasi oleh industri berat yang dikuasai oleh konglomerat besar (chaebol), mencerminkan model negara pembangunan klasik yang ditandai dengan perencanaan terpusat serta koordinasi erat antara negara dan pelaku usaha. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, perusahaan kecil dan menengah (UKM) serta sektor-sektor yang berorientasi pada konsumen, seperti industri kosmetik, semakin menunjukkan peran yang signifikan, menandai adanya pergeseran dalam struktur dan arah strategi pembangunan ekonomi Korea Selatan. Penelitian ini mengkaji bagaimana intervensi negara dalam industri kosmetik mencerminkan transformasi model developmental state di Korea Selatan. Dengan menggunakan pendekatan penelusuran proses, penelitian ini menganalisis kebijakan pemerintah, program institusional, dan data industri untuk mengidentifikasi perubahan dalam peran negara, tujuan kebijakan, serta dinamika hubungan antara negara dan pelaku bisnis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kebijakan industri pasca krisis yang mendorong inovasi, kewirausahaan, dan partisipasi UKM menandai peralihan bertahap dari perencanaan industri terpusat menuju model intervensi negara yang lebih terdesentralisasi, kolaboratif, dan fleksibel. Namun, evolusi ini belum menghasilkan transformasi yang sepenuhnya berhasil, karena negara Korea Selatan pasca krisis masih berada dalam bentuk hibrida—mempertahankan fungsi strategis negara pembangunan pra-krisis sambil secara selektif menyesuaikan diri dengan tuntutan industrial dan tekanan demokratis yang baru. Akibatnya, kesenjangan kekuasaan dan sumber daya antara konglomerat besar dan perusahaan kecil tetap bertahan, dan dalam beberapa kasus, bahkan semakin melebar di dalam industri kosmetik.
South Korea’s economic trajectory has undergone a profound transformation since its rapid industrialization period. For decades, the country’s economic growth was predominantly driven by heavy industries dominated by large conglomerates (chaebols), reflecting the classic developmental state model characterized by centralized planning and state–business coordination. However, in recent decades, small and medium enterprises (SMEs) and consumer-oriented sectors such as cosmetics have gained increasing prominence, signaling a shift in the structure and direction of South Korea’s development strategy. This study examines how state intervention in the cosmetic industry reflects the transformation of South Korea’s developmental state model. Employing a process-tracing approach, it analyzes key government policies, institutional programs, and industry data to identify changes in the nature of state roles, policy objectives, and business dynamics. The findings indicate that post-crisis industrial policies promoting innovation, entrepreneurship, and SME participation marked a gradual transition from centralized industrial planning toward a more decentralized, collaborative, and flexible model of state intervention. However, this evolution has not resulted in a fully successful transformation, as South Korea’s post-crisis state remains a hybrid form—preserving the strategic functions of the pre-crisis developmental state while selectively adapting to new industrial demands and democratic pressures. Consequently, the power and resource gap between large conglomerates and smaller enterprises persists and, in some cases, continues to widen within the cosmetic industry.
Kata Kunci : South Korea, Developmental State, Chaebols, SMEs, Cosmetic Industry