Laporkan Masalah

Transnasionalisasi Karya Sastra Haruki Murakami sebagai Soft Power Jepang dalam Konteks Masyarakat Global

Hana Khairunnisa, Drs. Siti Daulah Khoiriati, M.A.

2025 | Skripsi | Ilmu Hubungan Internasional

Di era globalisasi, soft power yang bersumber dari budaya menjadi instrumen diplomasi yang krusial. Karya sastra, sebagai salah satu produk budaya, menawarkan medium yang unik untuk membentuk citra sebuah negara. Namun, studi tentang soft power Jepang sering kali terfokus pada program yang disponsori negara, sementara peran penulis tunggal yang fenomenal secara global masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transnasionalisasi karya sastra Haruki Murakami, seorang penulis yang sering dianggap 'tidak Jepang', dapat menjadi perwujudan soft power Jepang. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus Haruki Murakami, penelitian ini melakukan analisis konten terhadap tiga novel utamanya (Norwegian Wood, The Wind-Up Bird Chronicle, Kafka on the Shore) serta analisis resepsi terhadap ratusan ulasan pembaca global dari situs Goodreads. Hasil penelitian menunjukkan bahwa popularitas global Murakami digerakkan oleh jaringan aktor transnasional yang dinamis, mulai dari penerjemah hingga komunitas pembaca daring. Daya tarik utama karyanya terletak pada resonansi tema-tema universal, seperti pencarian jati diri, kehilangan, dan kesepian, yang membuat pembaca dari berbagai latar belakang merasa terhubung secara emosional. Koneksi yang otentik dan tidak memaksa ini memenuhi indikator soft power dengan membentuk preferensi dan menciptakan citra Jepang yang modern dan mudah diakses. Skripsi ini menyimpulkan bahwa fenomena Murakami membuktikan bagaimana pengaruh budaya yang paling efektif dapat tumbuh secara organik dari bawah (bottom-up), lahir dari kekaguman terhadap karya seni itu sendiri, dan menunjukkan bahwa narasi yang berbicara dalam bahasa universal tentang kondisi manusia dapat menjadi aset soft power yang kuat.

In the era of globalization, soft power derived from culture has become a crucial diplomatic instrument. Literature, as a cultural product, offers a unique medium for shaping a nation's image. However, studies on Japanese soft power often focus on state-sponsored programs, while the role of a globally phenomenal single author remains underexplored. This thesis aims to analyze how the transnationalization of Haruki Murakami's literary works, an author often considered 'un-Japanese', can be an embodiment of Japan's soft power. Using a qualitative method through a case study of Haruki Murakami, this research conducts a content analysis of his three major novels (Norwegian Wood, The Wind-Up Bird Chronicle, Kafka on the Shore) and a reception analysis of hundreds of global reader reviews from the Goodreads website. The findings show that Murakami's global popularity is driven by a dynamic network of transnational actors, from translators to online reader communities. The primary appeal of his work lies in the resonance of universal themes, such as the search for identity, loss, and loneliness, which allows readers from diverse backgrounds to connect emotionally. This authentic, non-coercive connection fulfills the indicators of soft power by shaping preferences and creating a modern, accessible image of Japan. This thesis concludes that the Murakami phenomenon proves how the most effective cultural influence can grow organically from the bottom up, born from an admiration for the art itself, and demonstrates that a narrative that speaks in a universal language about the human condition can become a remarkably potent soft power asset.

Kata Kunci : budaya popular, sastra Jepang, Haruki Murakami, interaksi transnasional, soft power, komunitas baca, popular culture, Japanese literature, Haruki Murakami, transnational interaction, reading communities

  1. S1-2025-480524-abstract.pdf  
  2. S1-2025-480524-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-480524-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-480524-title.pdf