Analisis Pemanfaatan Wilayah Pesisir Darat dan Laut Berdasarkan Rencana Zonasi WIlayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Berbasis Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi di Kabupaten Bantul
Tri Wahyuni, Wirastuti Widyatmanti, S.Si., Ph.D.
2025 | Skripsi | KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUH
Kabupaten Bantul merupakan salah satu daerah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan laut. Kurangnya integrasi antara wilayah darat dan perairan mengakibatkan pengelolaan pesisir belum terlalu optimal yang dapat mengakibatkan Kabupaten Bantul memiliki permasalahan terkait pemanfaatan ruang pesisir yang ada. Guna menyelaraskan potensi dengan permasalahan di wilayah pesisir perlu dilakukan pengelolaan wilayah pesisir yang terpadu berdasarkan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memetakan kawasan pemanfaatan umum zona pariwisata di Kabupaten Bantul dengan skala 1:100.000, 2). menganalisis hasil pemetaan kawasan pemanfaatan umum zona pariwisata dengan penggunaan lahan eksisting.
Parameter yang digunakan diantaranya adalah parameter pemanfaatan ruang laut yang telah ada dan rencana pemanfaatannya, substrat dasar laut, ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil, data dan informasi kebencaanaan, sosial ekonomi kelautan dan budaya maritim, dan sumber daya ikan. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi data penggunaan lahan adalah dengan cara interpretasi visual pada Citra Pleiades. Analisis dilakukan dengan cara tumpangsusun/overlay dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dalam pengkelasan zonasinya.
Berdasarkan hasil pemetaan zona pariwisata di Kabupaten Bantul, luasan area yang termasuk dalam kategori berpotensi sebesar 86,61 ha di Kalurahan Poncosari dan Kalurahan Parangtritis. Area yang tergolong kedalam kategori sedang memiliki luasan sebesar 37.212,06 ha dan area yang tergolong kedalam kategori kurang berpotensi memiliki luasan sebesar 7.199,19 ha. Pariwisata di Kabupaten Bantul masih sangat dipengaruhi dengan adanya fungsi ekologis pesisir. Sebagian besar kawasan masuk kedalam kategori sedang yang artinya terdapat peluang untuk pengembangan. Akan tetapi, perlu dilakukan perencanaan yang baik dengan berbagai aspek seperti pertimbangan ekologis, social ekonomi, mitigasi bencana dan berprinsip berkelanjutan
Bantul Regency is one of the regions in the Special Region of Yogyakarta Province that borders the sea. The lack of integration between land and water areas has resulted in suboptimal coastal management, which has led to problems related to the utilization of coastal space in Bantul Regency. In order to align the potential with the problems in the coastal area, it is necessary to carry out integrated coastal zone management based on the Coastal Zone and Small Islands Zoning Plan (RZWP3K). This study aims to: 1) map the general utilization areas of the tourism zone in Bantul Regency on a scale of 1:100,000, 2) analyze the results of mapping the general utilization areas of the tourism zone with existing land use.
The parameters used include existing marine spatial utilization parameters and utilization plans, seabed substrates, coastal ecosystems and small islands, disaster data and information, marine socio-economics and maritime culture, and fish resources. The method used to extract land use data is visual interpretation of Pleiades imagery. The analysis was conducted by overlaying the data using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method in the zoning classification.
Based on the results of tourism zone mapping in Bantul Regency, the area classified as having high potential covers 86.61 hectares in Poncosari and Parangtritis villages. The area classified as having moderate potential covers 37,212.06 hectares, while the area classified as having low potential covers 7,199.19 hectares. Tourism in Bantul Regency is still heavily influenced by the ecological function of the coast. Most of the area falls into the moderate category, which means there are opportunities for development. However, proper planning is needed, taking into account various aspects such as ecological and socio-economic considerations, disaster mitigation, and sustainability principles.
Kata Kunci : Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K), Zona Pariwisata, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Analytical Hierarchy Process (AHP)