Hubungan antara Karakteristik Wisatawan dengan Pengalaman Wisata Berkesan (Memorable Toirism Experience) pada Wisata Petualangan di Karst Tubing Sedayu, Bantul
ROHADATUL 'AISY, Dr. Mohamad Yusuf, M.A.
2025 | Skripsi | PARIWISATA
Pariwisata
petualangan semakin diminati wisatawan, karena memberikan pengalaman langsung dengan alam,
melibatkan aktivitas fisik, serta dapat meninggalkan
kesan mendalam bagi wisatawan. Karst Tubing Sedayu, sebagai destinasi wisata
petualangan berbasis air di Kabupaten Bantul menawarkan atraksi river tubing. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui hubungan antara karakteristik wisatawan dengan pengalaman
wisata berkesan (Memorable Tourism
Experience (MTE)) di Karst Tubing Sedayu. Penelitian ini menggunakan metode
kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan korelasional. Data dikumpulkan
melalui kuesioner yang disebarkan kepada 192 responden, kemudian dianalisis
menggunakan korelasi Rank Spearman. Variabel karakteristik meliputi usia, jenis
kelamin, pendidikan terakhir, asal daerah, dan bentuk kunjungan. Pengalaman
wisata berkesan diukur menggunakan tujuh dimensi MTE, yaitu kesenangan,
kebaruan, budaya lokal, keterlibatan, makna personal, pengetahuan, dan
penyegaran, ditambah dimensi pemandu lokal. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman
wisata berkesan berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Berdasarkan
hasil uji korelasi menunjukkan bahwa hanya usia yang memiliki hubungan
signifikan dengan MTE. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa perbedaan latar
belakang wisatawan tidak selalu mengahasilkan perbedaan dalam merasakan
pengalaman wisata yang berkesan.
Adventure tourism is increasingly popular with tourist, because it provides direct experience with nature, involves physical activity, and can leave a lasting impression on tourists. Karst Tubing Sedayu, a water-based adventure tourism destination in Bantul Regency, offers river tubing. This study aims to determine the relationship between tourist characteristic and memorable tourism experiences (MTE) at Karst Tubing Sedayu. This study used quantitative methods with descriptive and correlational approaches. Data were collected through questionnaires distributed to 192 respondents and then analyzed using Spearman Rank correlation. Characteristic variables included age, gender, highest level of education, region of origin, and mode of visit. Memorable tourism experiences were measured using seven dimensions of MTE: hedonisme, novelty, local culture, involvement, personal meaning, knowledge, and refreshment, plus te dimension of local guide. The results showed memorable tourism experiences ranged from high to very high. Correlation tests indicated that only age had a significant relationship with MTE. These findings suggest that differences in tourist backgrounds do not always result in differences in memorable tourism experiences.
Kata Kunci : pengalaman wisata berkesan, wisata petualangan, karakteristik wisatawan