Laporkan Masalah

AGENSI ANAK DALAM MENGHADAPI BULLYING : EKSPLORASI SUARA DAN PENGALAMAN ANAK MELALUI PHOTOVOICE

Anargya Firjatullah, Yulida Pangastuti. S.Sos., M.Soc.Sci., Ph.D.

2025 | Skripsi | Sosiologi

Bullying masih menjadi persoalan yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari anak di sekolah dasar, dan tidak hanya berdampak pada korban secara emosional dan sosial, tetapi juga memunculkan berbagai bentuk respons dari anak-anak yang terlibat maupun yang menyaksikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana anak-anak mengekspresikan suara dan agensi mereka dalam merespons bullying di sekolah. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan photovoice sebagai sarana untuk menggali suara otentik anak melalui ekspresi visual dan narasi. Delapan siswa kelas 5 dan 6 sekolah dasar di Kecamatan X, Kabupaten Klaten dilibatkan sebagai partisipan utama. Data dikumpulkan melalui proses photovoice, diskusi kelompok terfokus, dan wawancara, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan pendekatan Erlingsson & Brysiewicz (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengenali berbagai bentuk tindakan bullying dan memaknainya secara kritis melalui cerita dan percakapan bersama teman sebaya. Agensi anak tercermin dalam strategi sosial seperti menghindar, membalas diam-diam, berpura-pura tidak terganggu, atau mencari dukungan dari teman dekat. Pilihan-pilihan ini sering kali dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya seperti sopan santun, keharmonisan, serta relasi kuasa dalam lingkungan sekolah. Agensi anak tidak selalu muncul secara langsung, tetapi hadir dalam bentuk-bentuk yang subtil dan terikat pada konteks sosial tempat mereka berada. Temuan ini menegaskan pentingnya memahami suara dan perspektif anak sebagai bagian dari pengetahuan sosial yang dapat memperkaya upaya pencegahan bullying yang lebih adil dan kontekstual.

Bullying remains a common issue in the daily lives of children in primary schools. Beyond its emotional and social impact on victims, it also prompts a range of responses from children who experience or witness such behavior. This study aims to explore how children express their voices and agency in responding to bullying at school. Using a qualitative approach, photovoice was employed as a tool to elicit children’s authentic voices through visual expression and narrative. Eight students from grades five and six at a primary school in Kecamatan X, Klaten Regency, participated in the study. Data were collected through photovoice activities, focus group discussions, and interviews, then analyzed thematically using the approach proposed by Erlingsson & Brysiewicz (2017). The findings reveal that children are capable of identifying various forms of bullying and making sense of them critically through stories and peer conversations. Their agency is reflected in social strategies such as avoidance, covert retaliation, pretending not to be affected, or seeking support from close friends. These responses are often shaped by cultural values such as politeness, social harmony, and power relations within the school environment. Children’s agency does not always appear explicitly but emerges in subtle forms embedded in their social context. The study highlights the importance of recognizing children's voices and perspectives as a form of social knowledge that can inform more just and contextually grounded efforts to prevent bullying in schools.

Kata Kunci : bullying, photovoice, agensi anak, suara anak, sekolah dasar

  1. S1-2025-424735-abstract.pdf  
  2. S1-2025-424735-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-424735-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-424735-title.pdf