Evaluasi Adopsi Layanan GoTransit sebagai Mobility as a Service oleh Pengguna KRL Yogyakarta - Solo
Namira Paradhiba, Dr. Ir. Dewanti, MS.
2025 | Tesis | S2 Mag. S. & T.Transportasi
Perkembangan teknologi digital dalam sektor transportasi telah mendorong inovasi layanan mobilitas yang lebih terintegrasi. GoTransit, sebuah fitur dari aplikasi Gojek, menawarkan kemudahan bagi pengguna dalam mengakses tiket KRL serta layanan ojek online dalam satu platform. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami sejauh mana pemanfaatan GoTransit di kalangan pengguna KRL Yogyakarta-Solo serta dampaknya terhadap efisiensi perjalanan dan keputusan pengguna. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tingkat pemanfaatan GoTransit, dampaknya terhadap efisiensi waktu, biaya, dan pengalaman perjalanan, serta faktor-faktor yang memengaruhi perilaku penggunaan aplikasi tersebut. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi pola pemanfaatan, dampak yang dirasakan, serta determinan psikologis dan sosial berdasarkan model UTAUT2.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei untuk memperoleh data primer dari responden. Data yang dibutuhkan mencakup informasi demografis responden, tingkat pemanfaatan GoTransit, persepsi terhadap efisiensi waktu dan biaya, serta preferensi pengguna dalam niat adopsi GoTransit. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada pengguna KRL rute Yogyakarta-Solo. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 200 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji hubungan antar variabel dalam model UTAUT2.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan GoTransit oleh pengguna KRL Yogyakarta-Solo sebagian besar dilakukan secara rutin, namun tidak setiap hari. Mayoritas menggunakan aplikasi untuk pembelian tiket KRL, dan hanya sebagian kecil memanfaatkan fitur integrasi penuh antara tiket KRL dan ojek online. GoTransit memberikan manfaat nyata, terutama dalam efisiensi waktu perjalanan, namun ada persepsi beragam terkait biaya dan kenyamanan. Faktor utama yang mendorong penggunaan GoTransit adalah pengaruh teman dan keluarga, fasilitas pendukung, nilai harga, serta kebiasaan penggunaan aplikasi. Faktor seperti motivasi hiburan dan kemudahan penggunaan menunjukkan pengaruh yang tidak konsisten. Keunikan temuan adalah integrasi layanan yang mendorong niat pengguna potensial, namun tidak signifikan pada pengguna aktif. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna baru tertarik dengan kemudahan akses dan perencanaan perjalanan dalam satu platform, namun pengalaman nyata menunjukkan ketidaksesuaian ekspektasi, hambatan teknis, biaya tinggi, dan ketidakkonsistenan layanan yang menurunkan minat mereka. Secara keseluruhan, GoTransit sebagai solusi MaaS di koridor Yogyakarta-Solo belum sepenuhnya merealisasikan visi mobilitas terintegrasi. Namun, keberadaan GoTransit membuka peluang untuk mobilitas digital berbasis integrasi multimoda yang meningkatkan efisiensi dan aksesibilitas transportasi publik di wilayah ini.
The
development of digital technology in the transportation sector has driven
innovation in more integrated mobility services. GoTransit, a feature within
the Gojek application, offers users the convenience of accessing KRL train
tickets and online motorcycle taxi services through a single platform. This
study is motivated by the need to understand the extent of GoTransit
utilization among KRL Yogyakarta–Solo users and its impact on travel efficiency
and user decision-making. The research addresses three main questions: the
level of GoTransit utilization, its impact on time, cost, and travel experience
efficiency, and the factors influencing user behavior in adopting the
application. The aim is to identify usage patterns, perceived impacts, and the
psychological and social determinants based on the UTAUT2 model.
This
study adopts a quantitative approach using a survey method to collect primary
data from respondents. The data collected includes demographic information,
levels of GoTransit usage, perceptions of time and cost efficiency, and user
preferences related to adoption intention. Data were gathered through an online
questionnaire distributed to users of the Yogyakarta–Solo KRL route. The
sampling technique used was purposive sampling, with a total sample of 200
respondents. Data analysis employed descriptive statistics and Structural
Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) to test the relationships
between variables within the UTAUT2 framework.
The
results show that GoTransit is primarily used routinely by Yogyakarta-Solo KRL
users, though not on a daily basis. The majority use the app for purchasing KRL
tickets, and only a small portion take full advantage of the integration
between KRL tickets and online motorcycle taxis. GoTransit provides real
benefits, particularly in terms of travel time efficiency, but there are varied
perceptions regarding cost and comfort. The main factors driving GoTransit
usage are the influence of friends and family, supporting facilities, price
value, and habitual app usage. Factors such as entertainment motivation and
ease of use show inconsistent effects. A unique finding is that while the
integration of services encourages potential users’ intentions, it does not significantly
affect active users. This suggests that new users are attracted by the ease of
access and travel planning within a single platform, but real-life experiences
indicate a mismatch of expectations, technical barriers, high costs, and
inconsistent services, which diminish their interest. Overall, GoTransit as a
MaaS (Mobility as a Service) solution on the Yogyakarta-Solo corridor has not
fully realized the vision of integrated mobility. However, the presence of
GoTransit opens opportunities for digital mobility based on multimodal
integration, which improves the efficiency and accessibility of public
transportation in the region.
Kata Kunci : GoTransit, transportasi terintegrasi, UTAUT2, SEM-PLS