Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Low Back Pain pada Perawat Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Dinar Damayanti, Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB.; Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes.
2025 | Skripsi | ILMU KEPERAWATAN
Latar Belakang: Perawat sebagai tenaga kesehatan dengan proporsi terbesar memiliki peran penting dalam pemenuhan ADL pasien yang banyak menggunakan manual handling sehingga berisiko mengalami (low back pain) LBP. Dampak LBP dapat merugikan perawat, pasien, dan rumah sakit. Namun, risiko LBP dapat dicegah dengan melakukan pengendalian dengan penggunaan alat kerja ergonomis seperti yang dilakukan di IRNA 1 RSUP Dr. Sardjito. Dengan adanya pengendalian tersebut, seharusnya faktor risiko LBP menjadi tidak bermakna lagi.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan LBP pada perawat instalasi rawat inap RSUP Dr. Sardjito.
Metode: Penelitian observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 92 perawat yang sesuai kriteria dan dipilih dengan cluster random sampling. LBP diukur dengan instrumen The Pain and Distress Scale versi Indonesia, beban kerja diukur dengan instrumen beban kerja perawat oleh Nursalam, dan stres kerja diukur dengan instrumen Expanded Nursing Stress Scale (ENSS) versi Indonesia. Untuk faktor lain diukur dengan kuesioner demografi.
Hasil: Sebanyak 77 perawat tidak mengalami keluhan LBP dan 15 perawat mengalami LBP ringan. Penelitian menunjukkan bahwa faktor usia (p-value = 0,417), jenis kelamin (p-value = 1), IMT (p-value = 0,753), masa kerja (p-value = 0,367), kebiasaan olahraga (p-value = 0,208), kebiasaan merokok (p-value = 1), beban kerja (p-value = 0,418), dan stres kerja (p-value = 0,578) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan keluhan LBP.
Kesimpulan: Faktor usia, jenis kelamin, IMT, masa kerja, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, beban kerja, dan stres kerja tidak berhubungan dengan keluhan LBP pada perawat instalasi rawat inap RSUP Dr. Sardjito
Background: Nurses play a vital role in assisting patients with ADLs, which often involve manual handling. This activity places them at high risk of developing LBP. LBP can negatively affect nurses, patients, and hospitals. However, this risk can be mitigated through ergonomic measures, such as the use of ergonomic equipment, as implemented in the inpatient ward at Dr. Sardjito General Hospital. With such interventions, LBP risk factors should become insignificant.
Objective: To identify the factors associated with LBP among inpatient nurses at Dr. Sardjito General Hospital.
Method: This was a quantitative analytical observational study with a cross-sectional approach. A total of 92 nurses who met the criteria were selected using cluster random sampling. LBP was measured using the Indonesian version of the Pain and Distress Scale, workload was assessed using Nursalam's nursing workload instrument, and work-related stress was measured using the Indonesian version of the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS).
Result: A total of 77 (83,7%) nurses reported no LBP complaints, while 15 (16,3%) nurses experienced mild LBP. The study found that age (p = 0.417), sex (p = 1), BMI (p = 0.753), years of experiences (p = 0.367), exercise habits (p = 0.208), smoking habits (p = 1), workload (p = 0.418), and work-related stress (p = 0.578) were not significantly associated with LBP.
Conclusion: Age, sex, BMI, years of experiences, exercise habits, smoking habits, workload, and work-related stress were not associated with LBP among inpatient nurses at Dr. Sardjito General Hospital.
Kata Kunci : Faktor yang berhubungan, low back pain, perawat