Analisis Kinerja Kerangka Pembelajaran Imitasi Dua Tahap Untuk Kendaraan Otonom Berbasis Kamera Tunggal
Michael Rakavarrel Dhewanggi, Dr. M. Idham Ananta Timur, S.T., M.Kom.
2025 | Skripsi | ELEKTRONIKA DAN INSTRUMENTASI
Perkembangan
teknologi kendaraan otonom menuntut metode pembelajaran yang mampu mengatasi
kompleksitas lingkungan lalu lintas dan keterbatasan sensor. Salah satu
pendekatan yang menonjol adalah pembelajaran imitasi, khususnya kerangka dua
tahap Learning by Cheating (LBC), yang memanfaatkan agen teacher dengan
akses informasi istimewa (Bird’s-Eye View) dan agen student berbasis
kamera tunggal. Penelitian ini mengimplementasikan LBC menggunakan arsitektur
DeepLabV3 dengan kerangka dasar ResNet-50 yang identik pada kedua agen, dengan
tujuan menganalisis degradasi kinerja akibat kesenjangan informasi serta
mengevaluasi ketahanan sistem pada skenario lalu lintas dinamis.
Eksperimen
dilakukan menggunakan simulator CARLA (v0.9.10.1) dan tolok ukur CARLA
Leaderboard v1 yang menyediakan rute pengujian kompleks dengan variasi
lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan signifikan dari agen teacher
ke agen student, terutama dalam metrik Route Completion dan Driving
Score, yang disebabkan oleh keterbatasan persepsi visual kamera tunggal dan
gangguan pada skenario lalu lintas padat. Analisis kualitatif juga mengungkap
kegagalan dominan berupa agent blocked pada persimpangan serta kesulitan
dalam menghadapi kasus tepi yang bersifat dinamis.
Penelitian ini
menegaskan efektivitas kerangka LBC dalam mengurangi masalah pergeseran
kovariat, namun juga menyoroti keterbatasan fundamental saat distilasi
pengetahuan dilakukan dari representasi sempurna (Bird’s-Eye View) ke masukan kamera
tunggal. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan sistem kendaraan
otonom yang lebih tangguh melalui integrasi sensor tambahan maupun arsitektur
pembelajaran yang lebih adaptif.
The development of
autonomous vehicles requires learning methods that can handle the complexity of
traffic environments and sensor limitations. One prominent approach is
imitation learning, particularly the two-stage framework Learning by Cheating
(LBC), which leverages a teacher agent with privileged access to Bird’s-Eye
View information and a student agent relying solely on a monocular camera. This
research implements LBC using the DeepLabV3 architecture with a ResNet-50
backbone applied to both agents, aiming to analyze performance degradation
caused by the information gap and to evaluate the robustness of the system
under dynamic traffic scenarios.
Experiments were
conducted using the CARLA simulator (v0.9.10.1) and the CARLA Leaderboard v1
benchmark, which provides complex test routes with diverse environments. The
evaluation results demonstrate a significant performance drop from the teacher
to the student agent, particularly in the Route Completion and Driving Score
metrics, due to the limited perception of monocular vision and disturbances in
dense traffic scenarios. Qualitative analysis further reveals frequent failures
such as the agent blocked condition at intersections and difficulties in
handling dynamic edge cases.
This study highlights
the effectiveness of the LBC framework in mitigating the covariate shift
problem, while also underscoring the fundamental limitations of knowledge
distillation from perfect BEV representations to monocular inputs. These
findings are expected to serve as a foundation for developing more robust
self-driving car systems through sensor integration and more adaptive learning
architectures.
Kata Kunci : CARLA, kendaraan otonom, pembelajaran imitasi