Laporkan Masalah

Intertekstualitas dalam Drama Korea Sireul Ijeun Geudaeege (A Poem A Day) dengan Puisi yang Muncul di Dalamnya

FATHIANNISA DYAH KARTIKANINGRUM, Suray Agung Nugroho, S.S., M.A., Ph.D.

2025 | Skripsi | BAHASA KOREA

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk-bentuk intertekstualitas dalam drama Sireul Ijeun Geudaeege (A Poem A Day) melalui puisi yang muncul di dalamnya, serta menjelaskan fungsi kemunculan puisi tersebut. Penelitian ini dianalisis menggunakan model analisis intertekstualitas mikro. Model analisis tersebut dikembangkan dari pemikiran intertekstual Julia Kristeva (1980). Ahmadian dan Yazdani (2013) merangkum dan menghasilkan model analisis intertekstualitas mikro, yaitu alusi, adaptasi, indikasi, dan kuotasi, yang digunakan dalam penelitian ini. 

Bentuk 1) alusi yang ditemukan adalah alusi tokoh dan peristiwa. Alusi dapat dilihat dari kesamaan penggambaran tokoh atau karakter, kejadian atau peristiwa, maupun objek yang ada di dalam puisi dengan apa yang muncul di dalam drama. Kemudian, 2) adaptasi ditemukan melalui penggunaan ide atau gagasan utama puisi ke dalam drama. Selanjutnya, 3) indikasi terungkap dengan munculnya kesamaan pesan yang ada di dalam puisi dan drama. Terakhir, 4) kuotasi dapat ditemukan dengan melihat kemunculan bait, frasa, atau kata puisi di dalam drama, baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Dengan terungkapnya keempat bentuk intertekstualitas, peran puisi dalam drama Sireul Ijeun Geudaeege (A Poem A Day) menjadi lebih jelas. Puisi berfungsi sebagai elemen yang memperkaya dan mendukung pembentukan makna cerita.

This study aims to examine the forms of intertextuality in the drama Sireul Ijeun Geudaeege (A Poem A Day) through the poems that appear in it, and to explore the functions of their presence. The theoretical framework employed in this research is based on the concept of intertextuality as defined by Julia Kristeva (1980). Subsequently, Ahmadian and Yazdani (2013) synthesized several of these models and proposed a micro-intertextuality analysis model, including allusion, adaptation, indication, and quotation, which serves as the analytical foundation for this study.

The form of  1) allusion identified includes character or figure allusion, event or incident allusion, and object allusion. Allusion can be seen through similarities in the depiction of characters or figures, events or incidents, and objects. Then, 2) adaptation is found through the incorporation of the main ideas or themes of the poems into the narrative of the drama. Furthermore, 3) indication is revealed through the presence of similar messages conveyed in both the poems and the drama. Lastly, 4) quotation can be identified through the appearance of lines, phrases, or words from the poems within the drama, either directly or indirectly. Thus, the intertextuality between the drama Sireul Ijeun Geudaeege (A Poem A Day) and the poems featured within it can be revealed. The analysis of the four forms of intertextuality highlights the role of poetry in the drama, showing that it contributes to enriching meaning of the narrative.

Kata Kunci : Drama Korea, A Poem A Day, Puisi, Intertekstualitas, Intertekstualitas mikro

  1. S1-2025-462995-abstract.pdf  
  2. S1-2025-462995-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-462995-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-462995-title.pdf