DEMOKRASI DIGITAL DAN KETERLIBATAN POLITIK GENERASI Z DI ERA MEDIA SOSIAL: STUDI KASUS RESPONS MAHASISWA DIY TERHADAP KAMPANYE #KAWALPUTUSANMK DI INSTAGRAM
Astri Widyawati, Alfath Bagus Panuntun El Nur Indonesia, S.I.P., M.A
2025 | Skripsi | ILMU PEMERINTAHAN
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi Z berpartisipasi dalam ruang publik, khususnya melalui media sosial seperti Instagram. Perubahan ini memunculkan bentuk-bentuk partisipasi politik baru yang tidak selalu dapat dijelaskan melalui pendekatan konvensional. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan kerangka teori Political Engagement dari Baret & Pachi (2019) yang memandang keterlibatan politik sebagai proses non-linear yang dipengaruhi oleh motivasi personal, faktor sosial, dan infrastruktur digital. Selain itu, penelitian ini juga memanfaatkan teori Demokrasi Digital dari Jan van Dijk (2012) yang menekankan bagaimana media digital memperluas ruang partisipasi warga negara dalam praktik demokrasi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji bentuk keterlibatan politik generasi Z di media sosial serta menelusuri motivasi sosial yang melatarbelakanginya. Fokus penelitian diarahkan pada respons mahasiswa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terhadap kampanye digital #KawalPutusanMK di Instagram, sebagai salah satu bentuk partisipasi digital dalam isu politik dan demokrasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengungkap bahwa bentuk partisipasi yang ditunjukkan oleh generasi Z sangat beragam, mulai dari partisipasi simbolik seperti menyukai dan membagikan konten, hingga keterlibatan yang lebih substantif, seperti menciptakan narasi dan diskursus kritis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi aktivitas di media sosial, dan telaah literatur terkait. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis konten, analisis tematik, dan analisis retorik untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Temuan menunjukkan bahwa motivasi sosial generasi Z dalam berpartisipasi juga bervariasi, mulai dari dorongan solidaritas, identitas kelompok, hingga keinginan untuk mengaktualisasi diri. Keberagaman motivasi ini memengaruhi tingkat kedalaman keterlibatan serta cara generasi Z memahami dan merespons isu sosial-politik yang berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dinamika partisipasi digital generasi Z, sebagaimana dipahami melalui perspektif Demokrasi Digital (Van Dijk) dan Political Engagement (Baret & Pachi), mencerminkan transformasi praktik demokrasi di era media sosial. Media sosial membuka peluang partisipasi lebih luas, namun sekaligus menghadirkan tantangan terhadap kedalaman dan keberlanjutan keterlibatan politik generasi muda.
The development of digital technology has transformed the ways in which Generation Z participates in the public sphere, particularly through social media platforms such as Instagram. This transformation has given rise to new forms of political participation that cannot always be explained through conventional approaches. To address this, the study draws upon Barrett & Pachi’s (2019) Political Engagement theory, which views political involvement as a non-linear process shaped by personal motivations, social factors, and digital infrastructures, as well as Jan van Dijk’s (2012) Digital Democracy theory, which emphasizes how digital media expands citizens’ opportunities for participation in democratic practices. This study aims to examine the forms of political engagement among Generation Z on social media and to explore the social motivations underpinning their involvement. The research focuses on the responses of university students in the Special Region of Yogyakarta (DIY) to the digital campaign #KawalPutusanMK on Instagram, as a case of digital participation in political and democratic issues. Employing a qualitative approach and a case study method, the research reveals that Generation Z demonstrates a wide range of participatory practices, from symbolic acts such as liking and sharing content to more substantive involvement, such as producing narratives and engaging in critical discourse. Data were collected through in-depth interviews, observation of social media activity, and a review of relevant literature. The data were then analyzed using content analysis, thematic analysis, and rhetorical analysis to obtain a comprehensive understanding. Findings indicate that Generation Z’s social motivations for participation are diverse, ranging from solidarity and group identity to self-actualization. These motivations shape the depth of their engagement as well as the ways in which they interpret and respond to socio-political issues. The study concludes that the dynamics of Generation Z’s digital participation, as interpreted through the perspectives of Digital Democracy (van Dijk) and Political Engagement (Barrett & Pachi), reflect a transformation in democratic practices in the era of social media. While digital platforms create broader opportunities for participation, they also pose challenges to the depth and sustainability of young people’s political engagement.
Kata Kunci : Demokrasi Digital, Generasi Z, Instagram, Kampanye Digital, Keterlibatan Politik