Laporkan Masalah

Dare to Dream: Studi Naratif Aspirasi Masa Depan Awardee Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA)

Rifqi Zuhdi Amarta, Gregorius Ragil Wibawanto, S.Sos., MAPS.

2025 | Skripsi | Sosiologi

Di era globalisasi, mobilitas mahasiswa internasional menjadi fenomena penting yang membentuk pendidikan tinggi di seluruh dunia. Indonesia secara aktif terlibat dalam tren ini melalui inisiatif strategis seperti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA), program unggulan dari kebijakan Kampus Merdeka yang dirancang untuk memberikan mahasiswa pengalaman studi di tingkat internasional selama satu semester. Program ini beroperasi dalam lanskap sosial yang kompleks pada era modernitas lanjut, periode di mana jalur hidup tradisional dan linier telah digantikan oleh transisi ke dewasa yang individualistik, terfragmentasi, dan penuh risiko. Dalam konteks ini, generasi muda semakin didorong untuk secara strategis membangun biografi mereka dan mengembangkan kompetensi pribadi untuk meningkatkan peluang mereka. Studi ini mengeksplorasi aspirasi masa depan partisipan IISMA melalui pendekatan naratif. Di dalam kerangka teoritis ini, peneliti menyelidiki bagaimana mobilitas transnasional jangka pendek mempengaruhi proses transisi generasi muda. Melalui wawancara mendalam dengan empat alumni, studi ini menemukan bahwa IISMA memainkan peran ganda. Di satu sisi, program ini menjadi sebuah medium untuk agensi individu, memungkinkan peserta membangun identitas diri global dan personal branding untuk menavigasi masa depan yang tidak pasti. Di sisi lain, akses ke pengalaman ini dipengaruhi oleh modal sosial dan budaya yang sudah ada, sehingga memperkuat ketidaksetaraan struktural di kalangan pemuda Indonesia. Pengalaman di luar negeri bertindak sebagai pendorong refleksi diri yang mendalam dan pemisahan dari konteks lokal, yang mengarah pada reorientasi aspirasi yang signifikan. Lintasan hidup peserta bergeser dari pandangan hidup yang awalnya berfokus pada tujuan-tujuan domestik menjadi transnasional, di mana mobilitas masa depan dipandang sebagai strategi rasional untuk aktualisasi diri dan mitigasi risiko. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun dirancang untuk meningkatkan modal manusia nasional, IISMA juga memberi jalan bagi elit mobile yang proyek hidup dan aspirasi mereka semakin berorientasi pada masa depan global, bukan nasional.

In the era of globalization, international student mobility has become an important phenomenon in shaping higher education worldwide. Indonesia is actively involved in this trend through strategic initiatives such as the Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) program, a flagship program of the Kampus Merdeka policy designed to provide students with an international study experience for one semester. This program operates within a complex social landscape in the era of late modernity, a period where traditional and linear life paths have been replaced by individualistic, fragmented, and risky transitions to adulthood. In this context, young people are increasingly encouraged to strategically build their biographies and develop personal competencies to enhance their opportunities. This study explores the future aspirations of IISMA participants through a narrative approach. Within this theoretical framework, the researcher investigates how short-term transnational mobility influences the transition process of young people. Through in-depth interviews with four alumni, this study finds that IISMA plays a dual role. On one hand, the program serves as a medium for individual agency, enabling participants to build a global identity and personal branding to navigate an uncertain future. On the other hand, access to this experience is influenced by existing social and cultural capital, thereby reinforcing structural inequalities among Indonesian youth. Overseas experiences act as an initiator for deep self-reflection and detachment from the local context, leading to a significant reorientation of aspirations. Participants' life trajectories shift from a worldview initially focused on domestic goals to a transnational one, where future mobility is seen as a rational strategy for self-actualization and risk mitigation. This study concludes that while designed to enhance national human capital, IISMA also paves the way for a mobile elite whose life projects and aspirations are increasingly oriented towards a global future rather than a national one.

Kata Kunci : IISMA, Mobile Transition, Mobilitas Mahasiswa, Modernitas Lanjut, Transisi Kepemudaan

  1. S1-2025-473109-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473109-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473109-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473109-title.pdf