ASSESSING THE ROLE OF FINANCIAL INCLUSION AND REMITTANCES IN REDUCING UNEMPLOYMENT IN ASEAN
Beatrice Sarah Tiominar Silalahi, Eny Sulistyaningrum, S.E., M.A., Ph.D.
2025 | Skripsi | ILMU EKONOMI
Studi ini menguji hubungan antara inklusi keuangan, remitansi, dan pengangguran di delapan negara ASEAN dari tahun 2008 hingga 2022. Sebuah Indeks Inklusi Keuangan (IIK) disusun menggunakan Analisis Komponen Utama (PCA) dua tahap untuk menangkap dimensi akses dan penggunaan layanan keuangan, sementara remitansi diukur sebagai transfer personal (?ri PDB). Menggunakan regresi panel fixed-effects dengan kesalahan standar robust yang dikelompokkan berdasarkan negara (country-clustered), hasilnya menunjukkan bahwa inklusi keuangan memiliki hubungan negatif yang signifikan secara statistik dengan pengangguran. Ini menunjukkan bahwa memperluas jangkauan dan penggunaan layanan keuangan dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan melonggarkan kendala kredit, mendorong kewirausahaan, dan merangsang investasi produktif. Remitansi juga menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan pengangguran, mencerminkan peranannya dalam merangsang konsumsi rumah tangga dan mendukung kegiatan usaha skala kecil. Estimasi OLS gabungan (pooled OLS) tambahan menunjukkan bahwa inklusi keuangan menjadi tidak signifikan secara statistik ketika heterogenitas yang tidak teramati (unobserved heterogeneity) tidak diperhitungkan, sementara remitansi tetap konsisten signifikan. Temuan-temuan ini menyoroti pentingnya mempromosikan keuangan inklusif dan menurunkan biaya remitansi sebagai strategi paralel untuk mengurangi pengangguran. Langkah-langkah kebijakan harus berfokus pada penguatan infrastruktur keuangan, peningkatan literasi keuangan, penyaluran remitansi ke penggunaan produktif, dan pelaksanaan program ketenagakerjaan yang berfokus pada kaum muda untuk mengatasi tekanan demografi di negara-negara ASEAN.
This study examines the relationship between financial inclusion, remittances, and unemployment in eight ASEAN countries from 2008 to 2022. A Financial Inclusion Index (FII) is constructed using a two-stage Principal Component Analysis (PCA) to capture access and usage dimensions of financial services, while remittances are measured as personal transfers (% of GDP). Using a fixed-effects panel regression with country-clustered robust standard errors, the results show that financial inclusion has a statistically significant negative association with unemployment, suggesting that expanding the reach and use of financial services can reduce joblessness by easing credit constraints, fostering entrepreneurship, and encouraging productive investment. Remittances also display a significant negative relationship with unemployment, reflecting their role in stimulating household consumption and supporting small-scale business activities. Additional pooled OLS estimations show that financial inclusion becomes statistically insignificant when unobserved heterogeneity is not accounted for, while remittances remain consistently significant. These findings highlight the importance of promoting inclusive finance and lowering remittance costs as parallel strategies for reducing unemployment. Policy measures should focus on strengthening financial infrastructure, enhancing financial literacy, channeling remittances into productive uses, and implementing youth-focused employment programs to address demographic pressures in ASEAN countries.
Kata Kunci : Financial Inclusion, Remittances, Unemployment, ASEAN, Multidimensional Analysis