Laporkan Masalah

Studio dan Galeri Seni Jogja Disability Arts dengan Pendekatan Universal Design di Yogyakarta

Alvenia Kaitlyn Gunawan, Kadek Indira Diah Kardina, S.T., M.T.

2025 | Skripsi | ARSITEKTUR

Studio dan Galeri Seni Jogja Disability Arts dirancang dengan pendekatan Universal Design untuk menciptakan ruang seni yang inklusif, aksesibel, dan ramah bagi penyandang disabilitas di Yogyakarta. Perancangan ini dilatarbelakangi oleh minimnya fasilitas seni yang mendukung partisipasi aktif penyandang disabilitas, serta eksklusivitas dunia seni yang masih didominasi oleh kelompok tertentu. Penyandang disabilitas sering mengalami kendala aksesibilitas, keterbatasan ruang berekspresi, serta stigma sosial ableism yang menghambat keterlibatan mereka dalam ekosistem seni. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk menghilangkan hambatan fisik, kognitif, dan sosial melalui implementasi prinsip Universal Design, sehingga seni dapat diakses dan dinikmati oleh semua orang tanpa diskriminasi.

Perancangan dilakukan di Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota seni dan budaya dengan dinamika seni yang tinggi, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam menyediakan ruang seni bagi penyandang disabilitas. Konsep perancangan meliputi tata ruang yang fleksibel, sirkulasi yang mudah dijangkau, penggunaan material yang aman dan nyaman, serta integrasi elemen desain multisensorik untuk mengakomodasi berbagai jenis disabilitas, termasuk disabilitas fisik, sensorik, intelektual, dan mental. Studio ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkarya, tetapi juga sebagai wadah edukasi, terapi, dan pemberdayaan bagi penyandang disabilitas dalam dunia seni. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dan mengapresiasi karya seni dari berbagai kelompok, serta mendorong terbentuknya lingkungan yang lebih inklusif dan berkeadilan bagi semua individu.

Jogja Disability Arts Studio and Gallery is designed using a Universal Design approach to create an inclusive, accessible, and disability-friendly art space in Yogyakarta. This design is motivated by the lack of art facilities that support the active participation of people with disabilities, as well as the exclusivity of the art world, which is still dominated by certain groups. People with disabilities often face accessibility barriers, limited opportunities for artistic expression, and social stigma, particularly ableism, which hinder their involvement in the art ecosystem. Therefore, this project aims to eliminate physical, cognitive, and social barriers through the implementation of Universal Design principles, ensuring that art can be accessed and enjoyed by everyone without discrimination.

The project is located in Yogyakarta, a city renowned for its rich arts and cultural scene, yet still lacking sufficient art spaces for people with disabilities. The design concept includes a flexible spatial layout, easily accessible circulation, the use of safe and comfortable materials, and the integration of multisensory design elements to accommodate various types of disabilities, including physical, sensory, intellectual, and mental disabilities. This studio serves not only as a place for artistic creation but also as a hub for education, therapy, and empowerment for artists with disabilities. Through this facility, society is expected to develop a deeper understanding and appreciation of artworks from diverse communities, fostering the creation of a more inclusive and equitable environment for all individuals.

Kata Kunci : Studio Seni, Galeri Seni, Disabilitas, Universal Design, Ruang Interaksi, Ableism

  1. S1-2025-474336-abstract.pdf  
  2. S1-2025-474336-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-474336-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-474336-title.pdf