Laporkan Masalah

Agro-Cultural Tourism Hub di Kawasan Sleman Barat dengan Pendekatan Community Based Tourism

Radina Nur Samsiah, Dr. Ir. Dimas Wihardyanto, S. T., M. T., IPM.

2025 | Skripsi | ARSITEKTUR

Kawasan Sleman Barat merupakan salah satu kawasan di Kabupaten Sleman yang merasakan dampak dari ketidakmerataan jumlah kunjungan wisata di kabupaten ini.  Data dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman pada tahun 2024 menyebutkan bahwa kawasan Sleman Barat yang mencakup Kecamatan Godean, Seyegan, Moyudan, dan Minggir menjadi kawasan yang paling sedikit dikunjungi oleh wisatawan dengan persentase sebesar 2,79%. Informasi dan promosi tentang potensi wisata di kawasan ini yang masih kurang turut menjadi faktor dari rendahnya kunjungan wisata di Sleman Barat. Padahal, kawasan Sleman Barat ini memiliki potensi lahan pertanian yang melimpah, wisata alam dan budaya yang beragam, serta desa wisata yang cukup tersebar di kawasan ini. Hal ini membuat pemerintah Kabupaten Sleman ingin berusaha mengembangkan pariwisata di kawasan Sleman Barat.

Adanya isu ini mendasari perancangan Agro-Cultural Tourism Hub sebagai suatu fasilitas pariwisata yang berperan sebagai pusat informasi sekaligus penghubung bagi wisatawan dengan objek wisata dengan harapan dapat turut mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Sleman Barat. Pendekatan community based tourism diterapkan mengingat peran komunitas sangat penting untuk pengelolaan dan keberlanjutan pariwisata di kawasan ini. Pendekatan ini juga sejalan dengan tema pengembangan di kawasan Sleman Barat yang bertema sosial dan budaya. Ditambah lagi dengan persebaran desa wisata berbasis komunitas dan objek wisata di kawasan ini yang belum terintegrasi, diharapkan fasilitas ini dapat membuat desa-desa wisata maupun objek wisata yang ada juga merasakan manfaat dari adanya Agro-Cultural Tourism Hub sebagai fasilitas yang dapat mengintegrasi pariwisata di kawasan Sleman Barat. Kebutuhan ruang dalam perancangan fasilitas ini juga disusun berdasarkan kebutuhan komunitas yang diperoleh melalui proses wawancara.

Selain untuk mengenalkan dan mempromosikan pariwisata Sleman Barat, Agro-Cultural Tourism Hub ini juga diharapkan mampu menciptakan fasilitas pariwisata yang dapat dimanfaatkan oleh wisatawan dan komunitas untuk kegiatan pariwisata yang terintegrasi sehingga dapat turut mengembangkan pariwisata di Sleman Barat ini.

Sleman Barat area is one of the areas in Sleman Regency that feels the impact of the uneven distribution of tourist visits in this regency. Data from 2024 stated that Sleman Barat area which includes Godean, Seyegan, Moyudan, and Minggir Districts is the area least visited by tourists with a percentage of 2.79%. Lack of information and promotion about the tourism potential in this area is also a factor in the low number of tourist visits in Sleman Barat. In fact, Sleman Barat area has abundant agricultural land potential, diverse natural and cultural tourism, and tourism villages that are quite spread out in this area. This makes the Sleman Regency government want to try to develop tourism in Sleman Barat area.

The existence of this issue underlies the design of the Agro-Cultural Tourism Hub as a tourism facility that acts as an information center as well as a liaison for tourists with tourist attractions with the hope of supporting tourism development in Sleman Barat area. The community-based tourism approach is applied considering that the role of the community is very important for the management and sustainability of tourism in this area. This approach is also in line with the development theme in the West Sleman area which has a social and cultural theme. In addition, with the distribution of community-based tourism villages and tourist attractions in this area that have not been integrated, it is hoped that this facility can make existing tourism villages and tourist attractions also feel the benefits of the Agro-Cultural Tourism Hub as a facility that can integrate tourism in Sleman Barat area. The need for space in the design of this facility is also arranged based on the needs of the community obtained through the interview process.

In addition to introducing and promoting Sleman Barat tourism, the Agro-Cultural Tourism Hub is also expected to be able to create tourism facilities that can be utilized by tourists and communities for integrated tourism activities so that it can help develop tourism in Sleman Barat.

Kata Kunci : Agro-Cultural Tourism Hub, Pariwisata, Sleman Barat, Community Based Tourism, Desa Wisata

  1. S1-2025-477966-abstract.pdf  
  2. S1-2025-477966-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-477966-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-477966-title.pdf