Laporkan Masalah

Sekolah Dasar di Bantul dengan Konsep Pendidikan Merdeka menurut Y.B. Mangunwijaya dan Fleksibilitas Ruang

Nicholas Khrisna Nahumsukma, Harry Kurniawan, ST., M.Sc., Ph.D.

2025 | Skripsi | ARSITEKTUR

Pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal kesiapan tenaga pendidik, sarana prasarana, dukungan lingkungan, serta kebijakan pemerintah. Keterbatasan fasilitas seperti ruang kelas, peralatan pembelajaran, dan lahan yang tidak memadai menjadi tantangan utama dalam mendukung efektivitas proses belajar.

Istilah kemerdekaan dalam belajar bukan hal yang baru di Indonesia. Y. B. Mangunwijaya adalah salah satu tokoh penggagas pendidikan yang merdeka di Indonesia. Menurut Romo Mangun, kemerdekaan dalam pendidikan terletak pada memberikan kebebasan berkembang sesuai minatnya dengan bimbingan guru. Pendidikan merdeka berpusat pada anak dalam suasana menyenangkan dengan ruang belajar fleksibel yang mendorong kreativitas, kemandirian, dan tanggung jawab. Gagasan beliau tidak hanya berhenti di dalam kepala dan tulisan, namun telah terimplementasi nyata dan masih relevan hingga sekarang dalam SD Eksperimental Mangunan di bawah naungan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar. 

Untuk mewujudkan lingkungan pembelajaran yang mendukung konsep tersebut diperlukan lingkungan yang dinamis untuk merangsang kreativitas dan partisipasi anak. Desain yang fleksibel memungkinkan anak lebih aktif, sehingga mendukung pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan pendekatan holistik dan multidisiplin, ruang belajar yang dirancang adaptif akan mendorong eksplorasi, kolaborasi, dan perkembangan pendidikan yang lebih dinamis.

The implementation of the Merdeka Curriculum still faces various challenges, particularly in terms of teacher preparedness, infrastructure, environmental support, and government policies. Limited facilities, such as inadequate classrooms, learning equipment, and land availability, remain major obstacles to effective learning processes.

The concept of freedom in learning is not new in Indonesia. Y. B. Mangunwijaya was one of the pioneers of independent education in the country. According to Romo Mangun, true educational freedom lies in allowing children to develop according to their interests with proper guidance from teachers. Merdeka education focuses on student-centered learning in an enjoyable atmosphere, with flexible learning spaces that foster creativity, independence, and responsibility. His ideas were not just theoretical but have been practically implemented and remain relevant today, particularly in SD Eksperimental Mangunan, under the guidance of the Yayasan Dinamika Edukasi Dasar.

To create a learning environment that supports this concept, dynamic spaces are needed to stimulate students' creativity and engagement. A flexible design encourages active participation, making learning more interactive. With a holistic and multidisciplinary approach, adaptive learning spaces will promote exploration, collaboration, and the overall development of a more dynamic education system.

Kata Kunci : Pendidikan merdeka, fleksibilitas ruang, sekolah dasar

  1. S1-2025-473761-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473761-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473761-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473761-title.pdf