Laporkan Masalah

Hubungan Antara Daya Tarik Kuliner dan Daya Tarik Alam Terhadap Niat Kunjungan Ulang Pengunjung Kuliner di Lereng Menoreh, Kulon Progo

Yorisa Rachma Sapphira, Dr. Yori Herwangi, S.T., MURP.

2025 | Skripsi | PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Kawasan Lereng Menoreh merupakan salah satu destinasi kunjungan wisata yang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan ini memiliki daya tarik berupa keindahan alam Pegunungan Menoreh yang cukup kontras dengan hiruk pikuk perkotaan di Yogyakarta. Potensi yang dimiliki Lereng Menoreh ini masih belum dimaksimalkan secara penuh. Dilihat dari kunjungan wisatawan yang relatif rendah dibandingan kunjungan ke pusat kota Yogyakarta maupun daerah lain disekitarnya. Disisi lain, perkembangan sektor kuliner dikawasan ini berkembang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Sektor kuliner di kawasan ini memberikan pengalaman unik bagi pengunjung dengan cita rasa lokalnya dan suguhan pemandangan alamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perkembangan kuliner khususunya pada: Kopi Ampirono, Kopi Ingkar janji, dan Menoreh Dreamland terhadap daya tarik dan kunjungan wisatawan di kawasan Lereng Menoreh.

Metode peneilitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan survei. Data didapatkan dari kuesioner yang dibagikan kepada pengunjung yang mengunjungi Kopi Ampirono, Kopi Ingkar janji, dan Menoreh Dreamland. Analisis data kuantitatif akan melibatkan perkembangan dan karakteristik sektor kuliner terhadap kunjungan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor kuliner, khususnya ciri khas lokal dan daya tarik alam di Lereng Menoreh memliki peran penting sebagai daya tarik pendukung dalam mempengaruhi keputusan pengunjung untuk berkunjung ulang ke Lereng Menoreh, Kulon Progo.

Menoreh Slope Area is a tourist destination located in Kulon Progo Regency, Special Region of Yogyakarta. This are offers the natural beauty of Menoreh Mountains, offering a stark contrast to the urban bustle of Yogyakarta. Despite its potential, the Menoreh Slope’s tourism has not been fully maximized, as evidenced by relatively low visitor number compared to Yogyakarta’s city center or surrounding areas. Conversely, the culinary sector in this area has experienced significant growth in recent years. It offers tourists unique experiences with its local flavors and natural scenery. This research aims to analyze the development of culinary attraction, specifically Kopi Ampirono, Kopi Ingkar Janji, and Menoreh Dreamland, and their impact on the appeal and visitor numbers in the Menoreh Slope Area.

The research employed a descriptive quantitative method using surveys. Data wasa collected through questionnaires distributed to tourists visiting Kopi Ampirono, Kopi Ingkar Janji, and Menoreh Dreamland. Quantitative data analysis focused on the development and characteristics of the culinary sector, particularly its local specialties and natural attractions, plays a crucial role as a supporting attraction that influences tourists’ decisions to revisit the Menoreh Slope Area in Kulon Progo.

Kata Kunci : geografis alam, kunjungan wisata, Lereng Menoreh, sektor kuliner, pengunjung

  1. S1-2025-424952-abstract.pdf  
  2. S1-2025-424952-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-424952-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-424952-title.pdf