Usaha peternakan ayam ras pedaging dilihat dari manjemennya (Kasus usaha peternakan ayam ras pedaging di kecamatan Galur kab. Kulonprogo)
Emy Susilowati, Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHSkripsi yang berjudul "Usaha Peternakan Ayam Ras Pedaging Dilihat dari Manajemennya (Kasus Usaha Peternakan Ayam Ras pedaging di Kecamatan Galur Kabupaten Kulon Progo)" ini bertujuan untuk (1) Mengetahui perbedaan pendapatan rata-rata yang diperoleh selama satu tahun dari usaha peternakan ayam secara kemitraan maupun mandiri. (2) Mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengusaha peternak, baik secara kemitraan maupun mandiri. (3) Mengetahui tingkat perkembangan usaha peternakan ayam ras pedaging di Kecmatan Galur Kabupaten Kulon Progo. (4) Menyusun alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam pengembangan potensi usaha peternakan ayam ras pedaging di Kecamatan Galur Kuion Progo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian survei, dengan metode penentuan responden secara sensus, dimana seluruh peternak digunakan sebagai responden. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 36 peternak. Data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner, serta data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait. Data primer diolah menggunakan teknik analisis regresi berganda, independent t-test, dan teknik skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan rata-rata pendapatan beternak secara mandiri maupun kemitraan, dimana pendapatan dari usaha peternakan mandiri lebih besar karena keuntungan dinikmati sendiri, sedangkan dalam peternakan kemitraan keuntungan dinikmati oleh inti dan plasma. (2) Modal usaha merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap pendapatan. Modal sangat menentukan besarnya skala usaha dan umur panen, sehingga dapat mempengaruhi besarnya pendapatan secara signifikan. (3) Peternakan dengan pola kemitraan memiliki tingkat perkembangan yang lebih baik daripada peternakan mandiri. (4) Kebijakan yang telah dirumuskan pemerintah belum berjalan efektif
Thesis entitled "Broiler Breeding Business viewed from its Management (A Case of Broiler Breeding Business in galur Sub-District of Kulon Progo Regency)" is aimed to: (1) find out received average income difference between partnership broiler breeder and independent broiler breeder annually, (2) determine any factors most influencing the income of breeder in Galur Sub-District of Kulon Progo Regency, (3) determine level of growth for broiler breeding business in Galur Sub-District of Kulon Progo Regency, (4) arrange alternative strategy applicable to the development of broiler breeding business in Galur Sub-District of Kulon Progo Regency. Research area was determined using survey method, whereas respondentsare determined using cencus method, in wich all breeders were used as respondents. Total respondents in this research are 36 breeders. Data employed in this research includes primary data from direct interview result through questionnaire and secondary data derived from related agencies. Primary data was processing using double-regression analysis technique, independent t-test, and scoring technique. Result of the research show that (1) difference an annually average income exists between autonomous and partnership breeders since the income of autonomous breeders is enjoyed by itself whereas partnership breeders must distribute the profit to the core and plasma, (2) capital is the most influential factor towards income. Capital will much determine business scale and harvest age that may influence total income significantly, (3) partnership breeder pattern has higher level of growth than that autonomous, (4) program and policies established by the government had not run effectifely that requiring governmental participation to improve breeding business in research area.
Kata Kunci : usaha peternakan, manajemen usaha, kemitraan,mandiri,broiler breeder, business management, business development, autonomous, partnership,Galur,Kulonprogo,DIY