Aplikasi penginderaan jauh untuk usulan penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman di sebagian kota Yogyakarta
Eko Budiyanto, Dr. Hartono, DEA., DESS; Nur Mohammada Farda, S.Si.
2007 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHKepadatan bangunan yang tinggi dan liputan vegetasi yang semakin berkurang di daerah permukiman dapat mengurangi tingkat kenyamanan permukiman. Penelitian ini mempunyai tiga tujuan, yaitu: (1) mengkaji manfaat dan ketelitian citra Quickbird dalam menyadap parameter penentu tingkat kenyamanan daerah permukiman, (2) menentukan usulan penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman dari data hasil penyadapan citra dan kerja lapangan yang diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis dan (3) mengetahui hubungan antara parameter penentu tingkat kenyamanan dari citra Quickbird dengan nilai THI (Temperatur Humidity Index) dengan menggunakan analisis statistik. Data-data penelitian dikumpulkan dari berbagai sumber. Data yang diperoleh dari interpretasi citra Quickbird yaitu liputan vegetasi, kepadatan bangunan, jarak terhadap kawasan perdagangan, jarak terhadap jalan dan jarak antar bangunan. Pengumpulan data lapangan yaitu pengukuran suhu udara, kelembapan relatif dan ketinggian bangunan. Data sekunder yang digunakan yaitu data cuaca, data penduduk dan statistik, data fungsi dan kepadatan lalu lintas dan RDTRK (Rencana Detail Tata Ruang Kota). Metode analisis data yang digunakan adalah kuantitatif berjenjang tertimbang dengan memberikan harkat dan bobot pada setiap parameter penentu tingkat kenyamanan permukiman hasil interpretasi citra Quickbird. Data suhu udara dan kelembapan relatif digunakan untuk menghitung nilai THI. Data ketinggian bangunan digunakan untuk menghitung nilai geometri bangunan. Peta-peta akhir yang dihasilkan adalah peta tingkat kenyamanan permukiman berdasarkan interpretasi citra Quickbird, nilai THI dan geometri bangunan, serta peta prioritas penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman. Analisis statistik menggmbarkan hubungan antara parameter interpretasi citra dengan nilai THI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra Quickbird pan sharpened komposit warna asli yang digunakan sebagai sumber data dalam menyadap parameter penentu tingkat kenyamanan dapat memberikan ketelitian interpretasi penggunaan lahan sebesar 93,01%, liputan vegetasi 92,09% dan kepadatan bangunan 90,91 %. Hasil analisis peta prioritas penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman menunjukkan bahwa luas prioritas I sebesar 199,29 ha (29,34 %), prioritas II 382,88 ha (56,36%), prioritas III 89,41 ha (13,16%) dan tanpa prioritas 7,76 ha (1,14%). Sebagian besar permukiman di daerah permukiman termasuk kedalam prioritas penataan II. Penataan ruang terbuka hijau daerah permukiman dapat berlainan untuk setiap daerah permukiman yang dapat dipengaruhi oleh ketersediaan lahan yang masih tersisa, liputan vegetasi yang telah ada dan kesadaran dari masyarakat dalam membangun ruang terbuka hijau. Hasil analisis statistik menghasilkan persamaan regresi regresi Y= 28,067654-0,1018685X1- 0,1517004X2-0,0755194X3 -,0734552X4, nilai Significance F yang rendah yaitu 0,000202543, nilai koefisien korelasi yaitu 0,442253514 dan koefisien determinasi (r²) 0,195588171.
-
Kata Kunci : quickbird, penataan, ruang terbuka hijau, permukiman,Kota Yogyakarta,DIY