Laporkan Masalah

Peninjauan dan Peningkatan Kinerja Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon

Viory Denindya Putri, Ir. Rochim Bakti Cahyono, ST., M.Sc., Ph.D., IPM. ; Ari Prayogo Pribadi, ST., MT., Ph.D

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan keharusan bagi perusahaan berisiko tinggi, termasuk PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang sedang beradaptasi menuju Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian (SMKP) sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 69 Tahun 2018. Meskipun PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan SMKP, audit internal tahun 2024 mengidentifikasi penurunan persentase penerapan sebesar 5,09?ri tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan area strategis untuk pengembangan lebih lanjut dalam aspek-aspek awal penerapan guna mencapai tingkat optimalisasi standar manajemen keselamatan.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui analisis dokumen audit internal SMKP tahun 2022-2024 dan wawancara mendalam dengan informan terpilih menggunakan metode purposive sampling. Penerapan SMKP dan faktor-faktor yang memengaruhi dirumuskan dari analisis data sekunder dan wawancara mendalam. Rekomendasi kemudian dievaluasi menggunakan metode Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) dengan melibatkan manajemen puncak.

Hasil: Penerapan SMKP di Daerah Operasi 3 Cirebon pada tahun 2024 berada pada tingkat "baik" dengan nilai 78,44%. Sembilan faktor kunci yang memengaruhi penerapan SMKP adalah Komitmen Manajemen, Peraturan/Regulasi, Budaya Keselamatan, Pengetahuan/Pemahaman, Ketersediaan Sumber Daya, Pelatihan/Edukasi, Teknologi, Pemantauan/Evaluasi, dan Rotasi Pekerja. Berdasarkan analisis MCDA, "Sosialisasi SMKP Rutin Bagi Pegawai" teridentifikasi sebagai rekomendasi prioritas utama untuk peningkatan kinerja SMKP.

Kesimpulan: Penerapan SMKP di Daop 3 Cirebon menunjukkan komitmen, dengan peningkatan dirasakan pegawai meski ada penurunan skor audit, seiring audit yang lebih komprehensif. Sembilan faktor kunci memengaruhi implementasi SMKP. "Sosialisasi SMKP Rutin Bagi Pegawai" adalah rekomendasi utama berdasarkan MCDA.

Background: The Occupational Safety and Health Management System (SMK3) is a must for high-risk companies, including PT Kereta Api Indonesia (Persero) which is adapting towards the Railway Safety Management System (SMKP) as per the Minister of Transportation Regulation PM 69/2018. Although PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon demonstrated a strong commitment to SMKP implementation, the 2024 internal audit identified a 5.09?crease in implementation percentage from the previous year. This indicates a strategic area for further development in the initial aspects of implementation to achieve an optimized level of safety management standards.

Methods: This study used a descriptive qualitative approach. Data were collected through document analysis of SMKP internal audits for 2022-2024 and in-depth interviews with selected informants using purposive sampling method. SMKP implementation and influencing factors were formulated from secondary data analysis and in-depth interviews. Recommendations were then evaluated using the Multi Criteria Decision Analysis (MCDA) method involving top management.

Results: SMKP implementation in Daerah Operasi 3 Cirebon in 2024 was at a "good" level with a score of 78.44%. The nine key factors that influence SMKP implementation are Management Commitment, Regulations, Safety Culture, Knowledge/Understanding, Resource Availability, Training/Education, Technology, Monitoring/Evaluation, and Worker Rotation. Based on MCDA analysis, "Routine SMKP Socialization for Employees" was identified as the top priority recommendation for SMKP performance improvement.

Conclusion: SMKP implementation in Daerah Operasi 3 Cirebon shows commitment, with improvements perceived by employees despite a decrease in audit scores, along with more comprehensive audits. Nine key factors influence SMKP implementation. "Routine SMKP Socialization for Employees" is the top recommendation based on MCDA.

Kata Kunci : SMK3, SMKP, Manajemen Keselamatan, Perkeretaapian

  1. S2-2025-513813-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513813-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513813-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513813-title.pdf