Laporkan Masalah

Evaluasi keserasian pemanfaatan ruang aktual terhadap rencana umum tata ruang kota Medan periode 1995-2005 (Pada wilayah pengembangan dan pembangunan pusat kota)

Ester R.K. Simatupang, Drs. R. Rijanta, M.Sc.

2006 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian ini mengkaji tentang pemanfaatan ruang, yaitu mengevaluasi keserasian bentuk-bentuk pemanfaatan ruang yang ada terhadap yang sudah direncanakan. Dalam hal ini yang ingin dinilai adalah tingkat realisasi dari tata ruang yang berlaku. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan distribusi dan pola keruangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor pengaruh dari setiap jenis keserasian pemanfaatan ruang tersebut. Lokasi yang dipilih adalah Wilayah Pengembangan Pusat Kota Medan karena perkembangan wilayahnya dianggap cukup pesat dan dinilai sebagai daerah rawan konflik pemanfaatan ruang, sehingga pemanfaatan ruangnya sangat perlu dan menarik untuk dievaluasi. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai masukan untuk revisi RUTRK dan arahan bagi penyusunan RUTRK mendatang. Daerah penelitian meliputi lima kecamatan yaitu Kecamatan Medan Baru, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Kota, dan Medan Johor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tumpang susun antara peta penggunaan lahan yang telah dilakukan survei lapangan dengan peta rencana wilayah dan perhitungan persentase luas masing-masing jenis keserasian pemanfaatan ruangnya, serta analisis statistik hasil kuesioner dengan menggunakan program SPSS. Cara yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah metode pemngambilan sampel secara acak dengan persentase yang proporsional, dengan menggunakan satuan rumah tangga. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Peta Keserasian Pemanfaatan Ruang Aktual terhadap RUTRK periode 1995 2005 beserta tabel sebagai data atributnya. Peta tersebut diklasifikasikan dalam 3 jenis keserasian yaitu pemanfaatan ruang yang serasi seluas 2.798,135 ha (58%), belum serasi seluas 1.029,624 (21,27%), dan yang tidak serasi seluas 997,096 ha (20.73%). Dari peta tersebut dapat diketahui bahwa bentuk pemanfaatan ruang yang mendominasi Kota Medan adalah bentuk permukiman. Dari output analisis statistik dengan SPSS terhadap hasil kuesioner dapat disimpulkan bahwa pendapatan rumah tangga dan harga lahan sangat mempengaruhi jenis keserasian pemanfaatan ruang. Rekomendasi kebijakan yang dapat disarankan dalam penelitian ini adalah peningkatan realisasi tata ruang dalam setiap aspek kegiatan, khususnya di daerah pusat kota yang rawan terhadap ketidakserasian pemanfaatan ruang, dan pengadaan pusat-pusat pertumbuhan baru di wilayah pinggiran.

This research examines land use, or evaluates the levels of similarity between existing land use and master plan. In this case, what is being evaluated, the current utilization of the master plan in the City of Medan. This research aims to explain the spatial pattern and distribution, with identifying the causal factors of each level of similarity in that land use. This study focuses on evaluating the needs and interests within the city centre of Medan because this region tends to develop rapidly and be seriously affected by the land use. The findings of this study may be utilized by the authorities when revising the existing master plan and implementing the next stage. The research area consists of five sub districts, they are Medan Baru, Medan Polonia, Medan Maimun, Medan Kota, and Medan Johor. The methods will be utilized in this research are: 1) comparison between the survey land use map and the master plan; 2) create percentage estimation on the variety land uses; and 3) make a statistical analysis of SPSS program, by making use of "Proportional Stratified Random Sampling" method, based on household units. The output of this research is "Similarity of The Existing Land Use and Master Plan in 1995 2005 Map" and its attributed data. This map shows three kinds of realizing the master plan, which are: 1) similar land use 2.798,135 ha (58%); 2) almost similar 1.029,624 ha (21,27%); and dissimilar 997,096 ha (20,73%). The findings of the output map will show that the land use in the City of Medan is for the purpose of settlements. Based on the output of the statistical analysis, it can be concluded that household income and land costs greatly affect the levels of similarity for the existing land use. The alternative of rules that can be given for this research are increasing the realization of master plan in each activities, especially at the city centre has many land use conflicts, and providing new core nodes in peripheral region.

Kata Kunci : Medan, keserasian, pemanfaatan ruang, RUTRK,similarity, land use, master plan,Sumatera Utara

  1. S1-2006-150334-Abstract.pdf  
  2. S1-2006-150334-Bibliography.pdf  
  3. S1-2006-150334-TableofContent.pdf  
  4. S1-2006-150334-Title.pdf