BENTUK, FAKTOR PENYEBAB, HIERARKI STIGMA, DAN MEKANISME NEGOSIASI IDENTITAS INDIVIDU BERTUBUH MONSTROUS DALAM NOVEL INVISIBLE MONSTER OLEH CHUCK PALAHNIUK
Iftinan Rose Putri Safana, Dr. Novi Siti Kussuji Indrastuti, M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Sastra
Novel Invisible Monster oleh Chuck Palahniuk merefleksikam fenomena transformasi tubuh, seperti mutilasi dan transgender, yang dianggap oleh masyarakat sebagai penyimpangan norma dan disebut dengan tubuh monstrous. Wacana tersebut diungkap melalui tokoh-tokoh yang melakukan mutilasi wajah dan transformasi gender sehingga memberi ruang untuk lebih memahami fenomena tersebut sebagai upaya untuk mendekonstruksi norma yang mapan.
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi bentuk, faktor penyebab, hierarki stigma, dan mekanisme negosiasi tubuh monstrous. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengaplikasikan dua teori utama, yaitu teori Transformasi Tubuh Steinhoff dan teori Negosiasi Wajah Ting-Toomey. Selain itu, beberapa teori pendukung juga digunakan, seperti teori Tubuh Grotesk Bakhtin, Disforia Gender, Stigma Goffman, dan Penerimaan Diri.
Penelitian ini menemukan dua bentuk tubuh monstrous, yaitu paras-remuk, yang dialami Shannon, dan transseksual, yang dialami Brandy dan Evie. Kemudian, penelitian ini mengidentifikasi dua faktor penyebab transformasi tubuh monstrous, yakni abberanormia, yang dikembangkan dari teori Transformasi tubuh, dan gender disforia. Abberanormia dialami oleh tokoh Shannon dan Brandy, sedangkan disforia gender dialami oleh Evie. Selain itu, penelitian ini juga mengembangkan konsep stigma Goffman dengan merumuskan empat tingkatan stigma, yakni Liyan-Kasat-Mata, Separuh-Samar, Normal-Bersyarat, dan Liyan-Tak-Kasat-Mata. Tokoh Shannon berada pada tingkat pertama dan dapat bergeser ke kedua, sedangkan Evie dan Brandy berada pada tingkat pertama dan dapat bergeser ke tingkat tiga dan empat. Terakhir, penelitian ini mengungkap dua mekanisme penerimaan tubuh monstrous. Yang pertama adalah double mechanism melalui dua tahap, yaitu penerimaan diri dan negosiasi wajah. Ini dilakukan oleh Shannon. Yang kedua adalah single mechanism melalui negosiasi wajah. Ini dilakukan oleh Brandy dan Evie.
ABSTRACT
Palahniuk’s Invisible Monster reflects body transformation, such as mutilation and transgender, which is perceived by society as a norm deviation and is called a monstrous body. The discourse is revealed through characters to provide understanding on the phenomenon as a deconstruction of established norms.
This study aimed to investigate the forms, factors, stigma hierarchies, and negotiation mechanisms of monstrous body. To achieve this goal, the researcher used a descriptive qualitative approach by applying two main theories, namely Steinhoff's Body Transformation and Ting-Toomey's Face Negotiation. Moreover, several supporting theories are also used, such as Bakhtin's Grotesque Body, Gender Dysphoria, Goffman's Stigma, and Self-Acceptance.
This study found two forms of monstrous bodies, namely destroyed-faced, experienced by Shannon, and transsexual, experienced by Brandy and Evie. Then, this study identified two factors, namely abberanormia, which was developed from Body Transformation theory, and gender dysphoria. Abberanormia was experienced by Shannon and Brandy, while gender dysphoria was associated with Evie. In addition, this study also developed Goffman's stigma concept by formulating four levels of stigma, namely Discredited-Unnegotioable, Discredited-Negotiable, Discreditable-Conditional, and Totally-Discreditable. Shannon's character was at the first level and could shift to the second, while Evie and Brandy were at the first level and could shift to levels three and four. Finally, this study revealed two mechanisms of monstrous body acceptance. The first was a double mechanism through two stages, namely self-acceptance and face negotiation. This was conducted by Shannon. The second was a single mechanism through face negotiation. This was conducted by Brandy and Evie.
Kata Kunci : Kata Kunci: Disforia Gender, Hierarki Stigma, Negosiasi Wajah, Penerimaan Diri, Transformasi Tubuh Monstrous