Laporkan Masalah

Penataan lokasi kegiatan perdagangan makanan dan minuman mingguan dikampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Dylla Marliana, Drs. Risyanto, M.S.

2002 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Sektor informal memiliki peranan yang cukup besar dalam menangani masalah ketenagakerjaan di Indonesia. Sektor informal yang menjadi fokus dalam penelitian kali ini adalah sub sektor perdagangan, khususnya pedagang kaki lima makanan dan minuman mingguan yang membuka usahanya di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada. Lokasi penelitian adalah di dalam kampus Universitas Gadjah Mada dan dibedakan menjadi dua lokasi utama, yaitu lokasi sekitar Graha Sabha Pramana dan lokasi sekitar Lembah Universitas Gadjah Mada. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis lokasi pedagang kaki lima makanan dan minuman mingguan serta merumuskan alternatif relokasi kegiatan perdagangan tersebut. Untuk mendukung tujuan utama tersebut perlu diketahui karakteristik pedagang dan pembeli yang berada di lokasi perdagangan makanan dan minuman mingguan di kampus Universitas Gadjah Mada. Variabel yang diamati dalam penelitian ini, meliputi variabel demografi dan sosial ekonomi, yaitu umur, jenis kelamin, status perkawinan, tingkat pendidikan terakhir, dan pendapatan rumah tangga, karakteristik usaha, karakteristik lokasi dan karakteristik pembeli. Metode pemilihan daerah penelitian menggunakan metode purposive, sedangkan metode pengambilan responden pedagang menggunakan metode sensus. Responden adalah pemilik warung yang berjumlah 49 orang. Metode pengambilan sample untuk konsumen menggunakan metode quota sampling, dengan jumlah responden sebanyak 100 orang, dibagi menjadi 50 orang konsumen di lokasi sekitar Graha dan 50 orang di lokasi sekitar Lembah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan umur pedagang di lokasi sekitar Graha dan Lembah, terdapat perbedaan motivasi pedagang di kedua lokasi perdagangan serta tidak terdapat perbedaan pendapatan pedagang di kedua lokasi. Dari segi pembeli, terdapat perbedaa umur pembeli di kedua lokasi, terdapat perbedaan tujuan datang ke lokasi perdagangan serta terdpat perbedaan pendapatan pembeli di kedua lokasi perdagangan. Relokasi pedagang kaki lima makanan dan minuman mingguan merupakan tindakan untuk menata lingkungan kampus. Terdapat beberapa alternatif pilihan lokasi perdagangan makanan dan minuman yang dapat dipilih dan dianggap tidak merugikan kedua belah pihak, baik pedagang kaki lima maupun pihak kampus Universitas Gadjah Mada.

-

Kata Kunci : Penataan lokasi perdagangan,Kegiatan perdagangan,Depok,Sleman,DIY

  1. S1-2002-105719-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-105719-Bibliographys-6.pdf  
  3. S1-2002-105719-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-105719-Title.pdf