Ekspresi mRNA PTEN dan EBER pada Saliva Sebagai Biomarker Potensial untuk Mendeteksi Karsinoma Nasofaring
Anton Sony Wibowo, Dr.dr. Sagung Rai Indrasari, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk(K).,M.Kes.,FICS; Dr.dr. Camelia Herdini, Sp.T.H.T.B.K.L., Subsp.Onk(K).,M.Kes.,FICS
2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum
Latar
belakang : Karsinoma
nasofaring memiliki angka kesakitan dan kematian yang besar di Indonesia.
Sulitnya deteksi karsinoma ini karena memerlukan tindakan yang relatif invasif
dan kompleks. Saliva merupakan salah satu cairan tubuh yang mengandung materi
genetik, seperti RNA yang dapat digunakan untuk deteksi karsinoma. Saliva memiliki
potensi untuk deteksi karsinoma secara noninvasif dan sederhana. PTEN dan EBER
yang terdapat pada saliva memiliki potensi untuk deteksi karsinoma nasofaring.
Tujuan
: Mengetahui ekspresi
mRNA PTEN dan EBER pada saliva karsinoma nasofaring dibandingkan dengan ekspresi
mRNA PTEN dan EBER pada saliva karsinoma sel skuamosa kepala leher dan individu
normal sebagai kontrol.
Metode
: Penelitian ini
merupakan penelitian observasional analitik uji potong lintang di RSUP Dr.
Sarjito dan Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, pada pasien karsinoma
nasofaring, karsinoma sel skuamosa kepala leher, dan individu normal. Pemeriksaan
ekspresi mRNA PTEN dan EBER dilakukan dengan qPCR. Analisis dilakukan dengan
uji bivariat dan multivariat.
Hasil : Subyek penelitian sebanyak 105
pasien. Pada karsinoma nasofaring nilai rata-rata ?CT PTEN sebesar 5,37 ± 0,89.
Pada kontrol, nilai rata-rata ?CT sebesar 4,17 ± 1,13. Terdapat perbedaan
bermakna ekspresi PTEN dengan nilai p=0,001 (p< 0 p=0,004 p=0,108. p=0,004 p=0,082> 0,005, CI 95 %). Terdapat
perbedaan bermakna ekspresi EBER pada karsinoma nasofaring dan karsinoma kepala
leher, dengan nilai p=0,004.
Kesimpulan
: Ekspresi PTEN
pada saliva penderita karsinoma nasofaring lebih rendah secara bermakna
dibanding kontrol. Ekspresi EBER pada saliva penderita karsinoma nasofaring
lebih tinggi secara bermakna dibanding karsinoma kepala leher dan kontrol.
Background : Nasopharyngeal
carcinoma have high rates of incidence and mortality in Indonesia. The
difficulty in detecting these carcinomas is due to the need for relatively
invasive and complex procedures. Saliva is one of the body fluids containing
genetic material, such as RNA, which can be utilized for carcinoma detection.
Saliva has the potential for noninvasive and simple carcinoma detection. PTEN
and EBER present in saliva hold promise for the detection of nasopharyngeal
carcinoma and squamous cell carcinoma of the head and neck.
Objective
: Understanding the mRNA expression of PTEN and EBER in the saliva of patients
with nasopharyngeal carcinoma comparated with expression of mRNA PTEN and EBER
in the saliva squamous cell carcinoma of the head and neck patients and normal
individuals as a controls.
Methods :
This study is an analytical cross-sectional observational research conducted at
the Dr. Sarjito General Hospital and Academic Hospital of Gadjah Mada
University in Yogyakarta, focusing on patients with nasopharyngeal carcinoma, squamous
cell carcinoma of the head and neck, and normal individuals undergoing health
examinations. The expression of mRNA PTEN and EBER was examined using qPCR. The
analysis was conducted using both bivariate and multivariate tests.
Result : The
study involved 105 patients. In nasopharyngeal carcinoma, the mean ?CT value of
PTEN was 5.37 ± 0.89, while in the control group, the mean ?CT was 4.17 ± 1.13.
There was a statistically significant difference in PTEN expression, with a
p-value of 0.001 (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed> 0.005, 95% CI). Significant difference in EBER expression was found
between nasopharyngeal carcinoma and head and neck carcinoma (p = 0.004).
Conclusion :
The expression of PTEN in the saliva of patients with nasopharyngeal carcinoma
was significantly lower compared to the control group. Expression of EBER in
the saliva of patients with nasopharyngeal carcinoma was significantly higher
compared to both head and neck carcinoma and the control group.
Kata Kunci : Karsinoma nasofaring, karsinoma sel skuamosa kepala leher, saliva, mRNA PTEN, EBER, deteksi, Nasopharingeal carcinoma, head and neck squamous cell carcinoma, saliva, mRNA PTEN, EBER, detection