Laporkan Masalah

Edukasi dengan Pendekatan Model IRIS (Integratif, Responsif, Interaktif, dan Sinambung) sebagai Upaya Pencegahan Perundungan pada Remaja Sekolah Menengah Pertama di Wilayah Kota Jember Jawa Timur

EMI WURI WURYANINGSIH, Lely Lusmilasari, S.Kp, M.Kes., Ph.D; Dr. Fitri Haryanti, S.Kp., M.Kes; Dr. dra. Budi Wahyuni, MM., MA

2025 | Disertasi | S3 Kedokteran Umum

Latar Belakang: Perundungan masih menjadi isu global masalah perilaku kesehatan remaja. Faktor risiko perundungan meliputi intrapersonal, sekolah, orang tua, komunitas, layanan kesehatan dan pemanfaatan teknologi informasi. Namun, edukasi pencegahan perundungan yang melibatkan aspek tersebut secara integratif masih jarang dilakukan di negara berkembang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan edukasi dengan pendekatan model yang integratif, responsif, interkaktif, dan sinambung (IRIS) untuk mencegah perundungan pada remaja, meningkatkan empati, efikasi diri, dan kemampuan prososial SMP di Wilayah Kota, Kabupaten Jember.  
Metode: Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan exploratory sequential design terdiri dari tiga tahapan. Tahap I, pendekatan kualitatif menggunakan purposive sampling. Wawancara mendalam kepada 8 partisipan remaja, 9 unit analisis Diskusi Kelompok Terarah (DKT) dengan partisipan guru (3), orang tua (2), kader kesehatan (2), dan tenaga kesehatan (2) sebagai tahap need assesment. Tahap II, Quasy-experimental design, menggunakan random sampling terdiri dari 130 responden pada kelompok intervensi (KI) dan 146 responden pada kelompok kontrol (KK). Kriteria inklusi: siswa SMP berusia 13-15 tahun, memiliki smartphone dan pengguna whatsapp.  Intervensi dilakukan selama 4 minggu dan evaluasi dilakukan pada minggu ke-9. Analisis data menggunakan Uji t-test dependent, Wilcoxon, dan Mann-Whitney dan multiple linear regression. Tahap III, pendekatan deskriptif, menggunakan 6 unit analisis DKT terdiri dari remaja SMP (3), guru (2), orang tua (2), kader kesehatan (2), dan tenaga kesehatan (2). 
Hasil: Rerata usia responden 13,70 (sd: ±0,67) tahun, 52,5% laki-laki, dan seluruhnya pengguna aktif media sosial. Mayoritas orang tua berpendidikan tingkat menengah. Edukasi dengan pendekatan model IRIS dan ceramah tatap muka di kelas (KK) dapat menurunkan intensitas perundungan pada remaja SMP (p<0 CI=95%). CI=95%), CI=95%), CI=95%). CI=95%) R=0,269; R2=0,073; xss=removed p=0,023; CI=95%). >Simpulan: edukasi dengan pendekatan model IRIS efektif untuk menurunkan intensitas perundungan, meningkatkan empati, efikasi diri, dan kemampuan prososial remaja SMP. Sekolah bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat dapat menggunakannya sebagai alternatif program pencegahan perundungan remaja di SMP.

Background: Bullying persists as a worldwide concern and a significant issue regarding adolescents' health behaviour. Risk factors for bullying encompass intrapersonal aspects, schools, parental roles, community dynamics, healthcare services, and the utilization of information technology. Nonetheless, bullying prevention education that incorporates these aspects is still infrequently implemented in developing countries. This research aims to provide an educational framework utilizing an integrated, responsive, interactive, and sustainable (IRIS) model to mitigate bullying among adolescents, while enhancing empathy, self-efficacy, and prosocial abilities among junior high school students within the Jember City and Regency regions.
Method: The research design used a mixed-methods research exploratory sequential design consisting of three stages. Stage I, a qualitative approach using purposive sampling, consisted of 8 adolescent participants, two teacher FGDs, two parent FGDs, two cadre FGDs, and two health worker FGDs. Stage II employs a quasi-experimental design, utilizing random sampling, with 130 respondents in the intervention group and 146 in the control group. The inclusion criteria are as follows: participants must be aged 13-15 years and have a WhatsApp account. The intervention was conducted over 4 weeks, and an evaluation was held in the 9th week. Data analysis employed the dependent t-test, Wilcoxon, and Mann-Whitney tests, as well as multiple linear regression (CI = 95%).
Results: The average age of respondents was 13.70 (±0.67) years, and 52.5% were male. Parents' education was predominantly secondary. All were active social media users. Education using the IRIS model approach (IG) and face-to-face lectures in class (CG) can reduce the intensity of bullying among middle school adolescents (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>

Kata Kunci : bullying, bullying prevention, adolescents, school, health professionals

  1. S3-2025-468104-abstract.pdf  
  2. S3-2025-468104-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-468104-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-468104-title.pdf