Laporkan Masalah

Penentuan potensi daerah genangan di sebagian kota Surakarta dengan teknik penginderaan Jauh dan sistem informasi geografis

Dian Risa Sukesti, Sigit Heru Murti B.S., S.Si., M.Si.

2010 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui hubungan antara nilai Normalize Difference Vegetation Index (NDVI) dengan persentase permukaan kedap air, (2) mengetahui koefisien aliran dengan pendekatan permukaan kedap air untuk perhitungan debit rencana subdas dengan menggunakan rumus rasional dan (3) membuat model potensi genangan banjir dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mengetahui potensi daerah genangan di Kota Surakarta. Selain karena adanya banjir kiriman dari Bengawan Solo hulu, Kota Surakarta juga mengalami masalah banjir lokal. Fokus utama penelitian ini adalah pada banjir lokal. Metode penginderaan jauh digunakan dalam penentuan koefisien aliran sebagai input perhitungan debit rencana setiap subdas dengan metode rasional dari Cook. Koefisien aliran didapatkan dari parameter persentase tutupan permukaan kedap air (%TPKA) berdasarkan transformasi NDVI citra ASTER. Citra resolusi spasial tinggi Quickbird digunakan untuk membantu dalam perhitungan %TPKA pada 78 sampel piksel untuk analisis statisik. Selain input koefisien aliran, metode rasional juga menggunakan parameter berupa intensitas hujan harian yang didapatkan dengan metode Gumbel dan parameter luas subdas yang pembagiannya dihasilkan dari model elevasi digital. Debit hasil perhitungan rasional tersebut kemudian dibandingkan dengan debit eksisting sungai. Daerah dengan debit lebih tinggi dari debit eksisting merupakan daerah dengan potensi genangan. Sistem informasi geografis digunakan untuk memprediksi luas genangan tersebut berdasarkan daerah cekungan hasil analisa model elevasi digital (DEM). Hasil dari penelitian ini memperlihatkan transformasi Normalize Difference Vegetation Index (NDVI) memiliki hubungan negatif yang kuat dengan persentase permukaan kedap air (%TPKA) dengan koefisien determinasi (r²) 0,815 dan koefisien korelasi (r) 0,903. Nilai %TPKA tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai koefisien aliran dengan menggunakan formula dari Jackson (1976) dengan hasil Kota Surakarta memiliki koefisien aliran 0,75-0,94. Dari perbandingan debit hitung dengan debit eksisting didapat luasan genangan pada periode ulang 5 dan 10 tahun subdas Jenes memiliki luasan tertinggi, akan tetapi pada periode ulang 2, 25, dan 50 tahun subdas Pepe hilir memiliki luasan tertinggi

-

Kata Kunci : banjir lokal, NDVI, %TPKA, koefisien aliran,Surakarta,Jawa Tengah

  1. S1-2010-187398-Abstract.pdf  
  2. S1-2010-187398-Bibliography.pdf  
  3. S1-2010-187398-TableofContent.pdf  
  4. S1-2010-187398-Title.pdf