Dari Tol ke Rel: Jejak Veto Policy Dalam Perguliran Agenda Kebijakan
Yoga Muhammad Jabbar, Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A.
2025 | Tesis | S2 Ilmu Politik
Penelitian ini menganalisis pergeseran arah agenda kebijakan infrastruktur di Jawa Barat dari pembangunan Jalan Tol Soreang–Ciwidey–Cidaun (Socida) menuju reaktivasi jalur kereta api Bandung–Ciwidey. Pergeseran ini terjadi akibat kegagalan konsensus atas agenda jalan tol yang dipicu oleh ketidaksinkronan tiga arus kebijakan dalam kerangka Multiple Streams Framework (MSF), serta konflik nilai antara koalisi pro-tol dan koalisi lingkungan sebagaimana dijelaskan melalui Advocacy Coalition Framework (ACF). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, wawancara mendalam, studi dokumen, dan analisis media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah kebijakan baru muncul setelah terjadi perubahan konstelasi politik, yakni pergantian Gubernur Jawa Barat dari Ridwan Kamil kepada Dedi Mulyadi. Dalam konteks ini, Dedi Mulyadi berperan sebagai figur kepemimpinan kebijakan dalam bentuk veto policy, yaitu kepemimpinan yang tidak hanya menolak kelanjutan agenda lama yang mandek, tetapi juga membingkai ulang masalah serta mengarahkan aktor-aktor menuju solusi alternatif berupa reaktivasi jalur kereta api. Peran ini terbukti mampu mengisi kekosongan koordinasi antar-koalisi, mendorong proses policy-oriented learning, dan menjadi katalis terciptanya konsensus baru ketika policy window tidak terbuka secara otomatis. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka integratif antara MSF dan ACF dengan menambahkan konsep veto policy sebagai simpul analitis baru. Konsep ini memperlihatkan bagaimana transisi kepemimpinan dalam konteks lokal dapat memutus kebuntuan agenda dan mendorong reposisi arah kebijakan melalui kombinasi antara daya blokir dan framing kepemimpinan.
Kata Kunci : Agenda setting, pergeseran kebijakan, veto policy, MSF, ACF, reaktivasi kereta api, Jawa Barat.